Anwar Ibrahim Tegaskan Malaysia Akan Usir Warga Israel yang Masuk ke Negaranya

- Publisher

Minggu, 19 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: Istimewa

PM Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menegaskan pemerintahnya tidak akan memberikan toleransi terhadap keberadaan warga negara Israel di wilayah Malaysia. Ia memastikan setiap warga Israel yang ditemukan berada di negara tersebut akan segera dideportasi.

Pernyataan itu disampaikan Anwar menyusul mencuatnya dugaan adanya warga negara Israel yang memasuki Malaysia menggunakan dokumen kewarganegaraan negara lain dan terdeteksi mengikuti kegiatan di negara bagian Johor.

Menurut Anwar, pemerintah tengah melakukan penyelidikan melalui kementerian dan lembaga terkait untuk memastikan informasi tersebut.

BACA JUGA:  Syarat Masuk Singapura, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

“Kami sedang menyelidiki. Kami tidak mengizinkannya. Jika ada, tentu saja ada tindakan yang harus diambil. Apabila ada warga negara Israel, mereka akan segera diusir (dari Malaysia) karena kami tidak mengakui (negara) mereka,” kata Anwar, dikutip dari CNN Indonesia, Minggu (19/7/2026).

Malaysia hingga kini tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan secara konsisten menolak pengakuan terhadap negara tersebut.

BACA JUGA:  Mahasiswa S3 KPI UINSU Tampil Sebagai Pembentang ICAS25’ di Malaysia

Anwar mengatakan hasil penyelidikan akan disampaikan setelah proses pemeriksaan selesai. Ia menyebut seluruh lembaga terkait telah bergerak menangani persoalan tersebut.

“Semua lembaga telah melakukan penyelidikan. Saya yakin Menteri Pendidikan Tinggi Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir akan memberikan jawaban,” ujarnya.

Isu tersebut mencuat setelah Pemerintah Negara Bagian Johor meminta Kementerian Dalam Negeri Malaysia bersama instansi terkait menyelidiki operasional Network School di kawasan Forest City.

BACA JUGA:  Ngeri! Militer India Lebih Kuat Daripada China

Sekolah tersebut diduga diikuti oleh warga negara Israel yang menggunakan paspor dari negara lain untuk memasuki Malaysia. Dugaan tersebut memicu perhatian dan kekhawatiran masyarakat setempat.

Hingga saat ini, pemerintah Malaysia masih melakukan pendalaman terkait identitas peserta maupun legalitas dokumen perjalanan yang digunakan. Otoritas belum mengumumkan hasil penyelidikan maupun jumlah warga negara asing yang diduga terlibat.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka
Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata
Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup
Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup
Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Bandara King Fahd Arab Saudi Diserang, Satu Orang Tewas dan Delapan Luka

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Polisi Dubai Tambah Lamborghini Temerario Hybrid, Jadi Mobil Patroli Pariwisata

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:43 WIB

Kabut Asap Karhutla RI Memburuk, Sejumlah Sekolah di Malaysia Ditutup

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Kabut Asap Memburuk, Raja Malaysia Imbau Sekolah di Wilayah Terdampak Ditutup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Berita Terbaru