Mengenal Amsakar Achmad: Dibekali Sajadah, hingga Menjadi Wakil Wali Kota Batam

- Publisher

Minggu, 27 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejak dilahirkan dari rahim seorang Ibu bernama Halimah binti Muhammad, dia sudah ditempa dengan berbagai persoalan, yang menjadikannya makin banyak pengalaman.

Seiring dengan perjalanan waktu, Amsakar Achmad bergumul melewati masa kecilnya dengan berbagai keterbatasan. Dengan kondisi itu pula, yang kemudian menjadikan Amsakar tumbuh menjadi kuat, teguh dan yakin, serta sangat mandiri.

“Ketika berusia 7 tahun, saya disuruh bapak mendaftar masuk SDN Nomor 37, hanya berdua dengan abang saya Djulbazar. Tatkala berumur 11 tahun, saya sudah terbiasa membantu mengumpulkan getah karet yang tertinggal di pohon, lalu dibuat seperti bola dan disimpan di bawah rumah nenek sampai terkumpul dan dijual setiap bulan,” kenang Amsakar.

BACA JUGA:  Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Disamping itu, Amsakar juga dilatih sang nenek mencangkul sepetak tanah untuk ditanami kacang panjang, daun kunyit, lengkuas, ubi jalar, kangkung, dan bayam. Semua yang ditanami tersebut selanjutnya dijual ke berbagai kedai setelah diikat oleh sang nenek menjadi sayur rampai. 

BACA JUGA:  International Rock Friend’z: Batam Unjuk Kreativitas di Panggung Dunia

Belum cukup sampai di situ, Amsakar kecil juga terbiasa mengantar penganan talam, tepung kusoi, apam, dan tepung gomak ke kedai kopi ”Bah Dereme” setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, sedangkan siangnya kalau musim jambu, Amsakar juga biasa mencocok lidi ke jambu untuk kemudian di titipkan di kedai Atai, Aceng dan Goho; sedangkan kalau masih ada waktu, Amsakar juga biasa mengail ikan di Malangkiah, Malangulo, kelong Betawi, Mengkalan Apo, dan Pulau Mubon.

BACA JUGA:  Kompak Bangun Energi Positif, Hindari Perpecahan, Songsong Batam yang Lebih Hebat

“Begitulah, hari-hari yang dilalui sampai tamat SD sudah sangat terbiasa dengan mengambil pumpon untuk umpan, menyumek nos, mencari janek, dan menanjol udang di tepi pantai,” katanya.

Berita Terkait

250 WNA Digerebek di Baloi View Batam, Ratusan HP dan Laptop Diduga untuk Scamming
Sekda Batam Ingatkan Risiko Bencana di Kota Industri, RPBD Disiapkan Lebih Matang
Paskah 2026 di Batam, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Solidaritas di Tengah Tantangan Kota
BP Batam Sambut Baik Kolaborasi Semarakkan Piala Dunia 2026
DPRD Batam Back Up Program Penataan Pasar, Fokus Sampah dan UMKM
Pemko Batam Perketat Pengawasan Tambang Pasir di Nongsa, Jaga Lingkungan dan Tata Ruang
BP Batam Percepat Layanan Izin Lingkungan Jadi 29 Hari, Dukung Kemudahan Investasi
Iman Sutiawan: Pernyataan Li Claudia Bentuk Kepedulian, Bukan Merendahkan

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 09:16 WIB

250 WNA Digerebek di Baloi View Batam, Ratusan HP dan Laptop Diduga untuk Scamming

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:49 WIB

Sekda Batam Ingatkan Risiko Bencana di Kota Industri, RPBD Disiapkan Lebih Matang

Rabu, 6 Mei 2026 - 05:48 WIB

Paskah 2026 di Batam, Amsakar–Li Claudia Ajak Warga Perkuat Solidaritas di Tengah Tantangan Kota

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:34 WIB

BP Batam Sambut Baik Kolaborasi Semarakkan Piala Dunia 2026

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:05 WIB

DPRD Batam Back Up Program Penataan Pasar, Fokus Sampah dan UMKM

Berita Terbaru