Mengenal Amsakar Achmad: Dibekali Sajadah, hingga Menjadi Wakil Wali Kota Batam

- Publisher

Minggu, 27 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lalu, terjadilah sebuah peristiwa yang tidak pernah diduga-duga sebelumnya. Sang Ayah masuk kamar dan mengambil sebuah pelampung, yang ternyata isinya tabungan uang seratus dan lima puluh rupiah. Pelampung besar yang berat dan penuh tersebut dibelah, lalu uang recehan itupun dihitung. 

Jumlahnya mencapai Rp793.000. Uang itu ternyata sengaja disimpan dari waktu ke waktu demi pendidikan Amsakar. Uang itu pun dirasa cukup untuk mendaftar, membeli tilam bantal, kompor, serta untuk makan selama tiga bulan sambil menunggu pengumuman dan membayar SPP jika lulus tes saat itu.

BACA JUGA:  Serap Aspirasi Warga Hinterland, Amsakar Siapkan Solusi Air Bersih dan Pelabuhan Pulau Seraya

Kemudian, sang Ayah masuk kembali ke kamar mengambil sebuah koper yang sudah dipersiapkan. Lalu, koper dibuka. Isinya; satu buah sejadah, satu stel baju kurung dan sebilah keris. Dengan air mata berlinang karena rasa haru yang dalam, Amsakar pun menyembah Ayahanda Achmad Jubil dengan setulus-tulusnya sembah anak terhadap orang tua.

BACA JUGA:  Sosialisasi Pembangunan Zona Integritas dan SPIP di Lanud Hang Nadim

“Saya menangis sejadi-jadinya. Terisak-isak memikirkan kalimat yang keluar dari mulut tua ayahanda dan memikirkan barang-barang di koper yang telah dipersiapkan olehnya. Sekiranya detak waktu dapat diputar mundur, maka saya akan katakan kepada dunia, bahwa segala jerih yang dikemas dengan tulus dan ikhlas dari orang tua terhadap anak, kelak akan memberi laluan yang baik dan mengesankan bagi anak tersebut,” ujar Amsakar sembari terdiam.

BACA JUGA:  Selesai dalam 2 jam! Inilah Layanan Percepatan Pembuatan Paspor di Batam

Begitulah. Tatkala tekad sudah bulat disertai dengan bekal sebingkai hikmah dari orang tua, Amsakar pun menjemput masa depannya di Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau, Pekanbaru. Selama kuliah, anak kampung yang terbiasa bertungkus lumus ini mulai menunjukkan tanda kecemerlangannya. 

Berita Terkait

Amsakar Optimistis Ekonomi Batam Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pendapatan Daerah Diproyeksi Tembus Rp4,25 Triliun
Lautan Manusia Warnai Kepri Bersholawat 3, Malam Cinta Rasul Cinta Negeri Penuh Kekhusyukan
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang
Ahmad Muzani dan Habib Syeikh Resmikan Ponpes Nur Iman Pulau Kasu, Kisah 10 Tahun Lalu Akhirnya Jadi Kenyataan
BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps
Kepala BP Batam: Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera
Panduan Menyeberang ke Singapura dari Batam: Jadwal Ferry, Rute, dan Harga Tiket Agustus 2026
Tujuh Proyek Jalan Strategis di Batam Dikebut, Kemacetan Ditargetkan Berkurang

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Amsakar Optimistis Ekonomi Batam Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pendapatan Daerah Diproyeksi Tembus Rp4,25 Triliun

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Lautan Manusia Warnai Kepri Bersholawat 3, Malam Cinta Rasul Cinta Negeri Penuh Kekhusyukan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:42 WIB

Ahmad Muzani dan Habib Syeikh Resmikan Ponpes Nur Iman Pulau Kasu, Kisah 10 Tahun Lalu Akhirnya Jadi Kenyataan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:57 WIB

BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps

Berita Terbaru