Mengenal Amsakar Achmad: Dibekali Sajadah, hingga Menjadi Wakil Wali Kota Batam

- Publisher

Minggu, 27 September 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendati ditempa dengan kehidupan yang berat, Amsakar berhasil menamatkan SD pada tahun 1981 tepat waktu, bahkan dengan predikat Juara III. Atas prestasi yang diraih tersebut, Amsakar selanjutnya masuk ke SMP II Kelas Jauh Raya tanpa tes. Pada masa inilah sebuah tempaan dan pembelajaran kehidupan dilalui dengan penuh keringat, air mata, kesedihan dan tentu saja, duka cita. Betapa tidak, dengan usia yang baru 13 tahun, Amsakar harus menempa diri mengayuh sepeda menempuh perjalanan 16 kilometer (km) jauhnya dari Kampung Suak Tangun, tempat tinggalnya, menuju ke sekolah.

BACA JUGA:  Pak Polisi, Pencuri Mesin Tempel Marak di Hinterland

“Kalau berangkat sekolah itu pukul 11.00 untuk mengejar masuk sekolah pukul 14.00. Banyak cerita saat SMP ini, meski ini waktu terberat, tapi saya berhasil menamatkan SMP tepat waktu,” ujarnya.

Singkat cerita, pada tahun 1984, Amsakar meneruskan pendidikannya di SMA Negeri Dabosingkep. Selama melanjutkan pendidikan di SMA ini, Amsakar tinggal di Kampung Baru dengan Pak Itam Buang dan Mak Itam Tasni. Masa SMA bagi Amsakar, telah menorehkan kesan tersendiri, khususnya yang terkait dengan prestasi belajar yang memperlihatkan tren meningkat dari waktu ke waktu. Bahkan, ketika tamat SMA, Amsakar berhasil menjadi Juara I di kelasnya.

BACA JUGA:  Masyarakat Batam Antusias Hadiri Rumah Amsakar Mendengar

Selepas SMA pada tahun 1987, Amsakar melanjutkan studi di Pekanbaru. Ayahanda, Achmad Jubil, merasa sangat heran dengan anaknya yang satu ini. Suka ngebeng dan jago merokok, tapi di sekolah Juara Kelas, telah membuat Ayahandanya perlu mendiskusikan rencana ke depan anaknya ini. Masih cukup terngiang di ingatan, kala itu hari Sabtu malam Minggu, Amsakar dipanggil untuk datang ke rumah. Sang Ayah memulai pembicaraan.

BACA JUGA:  Amsakar-Li Claudia Ultimatum OPD: 15 Program Prioritas Tak Boleh Lagi Jalan di Tempat

“Milu, Pak Ngah nak tahu, kau masih mau melanjutkan sekolah atau tidak? Kalau mau melanjutkan kemana rencananya, kalau tidak apa langkah kau berikutnya?” Amsakar menirukan pertanyaan sang Ayah.

Mendapat pertanyaan yang demikian itu, Amsakar langsung menjawab, “Saya nak kuliah ke Pekanbaru Pak Ngah. Itu jawaban saya kala itu,” ujarnya, sembari terkenang.

Berita Terkait

BP Batam Dukung Penertiban Pemanfaatan Ruang Laut Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan
311 Pejabat Dilantik, Amsakar Siapkan Birokrasi Batam yang Cepat, Profesional, dan Responsif
Amsakar Optimistis Ekonomi Batam Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pendapatan Daerah Diproyeksi Tembus Rp4,25 Triliun
Lautan Manusia Warnai Kepri Bersholawat 3, Malam Cinta Rasul Cinta Negeri Penuh Kekhusyukan
Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang
Ahmad Muzani dan Habib Syeikh Resmikan Ponpes Nur Iman Pulau Kasu, Kisah 10 Tahun Lalu Akhirnya Jadi Kenyataan
BP Batam Perkuat Transformasi Digital melalui Pengembangan Super Apps
Kepala BP Batam: Sekolah Rakyat Merah Putih Prioritaskan Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 07:28 WIB

BP Batam Dukung Penertiban Pemanfaatan Ruang Laut Sesuai Ketentuan Peraturan Perundang-undangan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Amsakar Optimistis Ekonomi Batam Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pendapatan Daerah Diproyeksi Tembus Rp4,25 Triliun

Senin, 3 Agustus 2026 - 09:16 WIB

Lautan Manusia Warnai Kepri Bersholawat 3, Malam Cinta Rasul Cinta Negeri Penuh Kekhusyukan

Senin, 3 Agustus 2026 - 08:01 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih, Menumbuhkan Mimpi di Tanah Rempang-Galang

Senin, 3 Agustus 2026 - 07:42 WIB

Ahmad Muzani dan Habib Syeikh Resmikan Ponpes Nur Iman Pulau Kasu, Kisah 10 Tahun Lalu Akhirnya Jadi Kenyataan

Berita Terbaru