Wow! 2,3 Ton Kokain Senilai Rp7,3 Triliun Dalam Peti Kemas di Pelabuhan Disita

- Admin

Jumat, 23 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Reuters)

(Reuters)

Villeta, inikepri.com – Kepolisian Paraguay menemukan rekor penyelundupan narkoba berbentuk kokaina seberat 2,3 ton yang disembunyikan dalam pengapalan arang ke Israel.

Polisi mengatakan narkoba itu diperkirakan bernilai jual US$500 juta (atau sekitar Rp7,3 triliun), penyitaan terbesar oleh polisi di negara Amerika Selatan itu.

Kokaina tersebut ditemukan dalam peti kemas di Terport, pelabuhan swasta di kota Villeta, dekat ibu kota Asunción.

Baca Juga :  Perselingkuhan Istri Terbongkar, Karena Kondom Tertinggal di Kelamin

Dua orang ditahan, salah seorang di antaranya mantan direktur stasiun televisi swasta.

Polisi mengatakan kokaina tersebut – yang dipak dengan rapi- ditemukan pada satu dari enam peti kemas. Lima peti kemas lain masih digeledah dan polisi tidak mengesampingkan berisi narkoba juga.

Menteri Dalam Negeri Euclides Acevedo mengatakan kemungkinan jumlah total narkoba yang ditemukan lebih dari tiga ton.

Arang – ekspor utama negara Amerika Latin, menjadi sarana populer untuk menutupi perdagangan kokain di berbagai perbatasan internasional.

Baca Juga :  Indonesia Berkomitmen Bangun Kota Cerdas

Walaupun tujuan akhir peti kemas adalah Israel, pengapalan itu juga akan singgah ke ibu kota Argentina, Buenos Aires, dan di kota Antwerp, Belgia, kata Acevedo.

Kepolisian Paraguay dilaporkan mendapatkan informasi tentang penyelundupan narkoba itu dari Belgia.

Para pejabat kontra-narkotika memperkirakan kokaina itu diangkut ke Paraguay melalui udara dari Bolivia, produsen kokaina ketiga terbesar di dunia.

Baca Juga :  Kedutaan Besar Palestina Resmi Didirikan di London, Tandai Babak Baru Sejarah

Paraguay digunakan sebagai negara transit narkoba selama bertahun-tahun. Sejumlah bandar penjahat obat bius termasuk First Capital Command (PCC), memperluas jaraingan mereka sampai ke Paraguay.

Penyitaan kokaina terbesar di Paraguay terjadi pada Februari 2019 dengan berat 2,3 ton. Saat itu, obat bius disembunyikan di kendaraan di kawasan Concepción. (RM/VOA)

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru