Ingat Simpang Jam? Kini Museum Raja Ali Haji Simpan Jam Legendaris Itu

- Publisher

Jumat, 30 Oktober 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tugu Simpang Jam(ghazyan.wordpress.com)

Tugu Simpang Jam(ghazyan.wordpress.com)

Batam, inikepri.com – Masih ingat nama Simpang Jam? Nama ini terus disebut saat orang berada di flyover Laluan Madani. Iya, jembatan layang dengan kemegahannya sekarang ini, dulunya hanya simpang empat yang memiliki tugu jam, hingga kemudian familiar disebut Simpang Jam.

Hilangnya tugu jam tersebut, terjadi seiring pembangunan jalan dan kawasan di Batam dalam beberapa tahun terakhir. Tujuannya, meningkatkan infrastruktur jalan agar lebih baik lagi.

Setelah pembangunan itu usai, sejumlah ikon Batam tersebut mulai dikumpulkan lagi untuk mengenang Batam dulu dan kini.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam dalam beberapa bulan terakhir terus menelusuri pihak yang menyimpan jam tersebut. Hingga akhirnya, jam yang menjadi ikon Batam tersebut bisa didapat.

“Sekarang kita simpan di Museum Raja Ali Haji,” ujar Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata, Kamis (29/10/2020).

BACA JUGA:  [KOMIK INIKEPRI] Judi di Negeri Wakanda

Menurut Ardi, jam yang berjumlah empat unit itu didapatkan dari kontraktor yang mengerjakan pembangunan jalan layang tersebut, PT PP (Persero) Tbk. Setelah diserahkan, jam tersebut bakal bisa dinikmati masyarakat ketika ditampilkan di Museum Raja Ali Haji.

Jam yang menghiasi tugu Simpang Jam Batam (ist)

Ardi mengatakan, di museum kebanggan Batam tersebut, ada beragam kategori benda peninggalan sejarah. Salah satunya, Kategori Infrastruktur Batam, yang akan disandingkan dengan benda-benda lain peninggalan sejarah kejayaan Melayu dan sebagainya. Adapun, segmen infrastruktur ini akan menceritakan bagaimana Batam yang dulunya kota administratif, hingga menjadi kota seperti sekarang ini.

“Ini upaya kita mengabadikan Batam dulu dan kini, salah satunya melalui Jam yang berada di Simpang Jam,” kata mantan Kepala Bagian (Kabag) Humas Setdako Batam tersebut.

BACA JUGA:  Tahun 2022, BP Batam Cuma Dapat Jatah Anggaran Rp2,27 T

Ia menilai, Jam tersebut sangat dikenal di kalangan warga Batam. Ia berharap, jam ini nantinya menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Batam untuk mengunjungi museum yang berada di Dataran Engku Putri tersebut.

“Kita masih terus mengumpulkan barang-barang bersejarah di Batam,” ujarnya.

Ardi mengaku, museum bekas Astaka MTQ itu masih terus diperbaiki dan dalam waktu dekat akan diresmikan dan dibuka untuk umum. Selain itu, beberapa koleksi masih dalam pengumpulan oleh tim.

“Rencana kita buka Desember. Tapi, beberapa rombongan dan pengunjung sudah ada yang melihat-lihat isi museum,” kata dia.

Datangkan Cogan Asli

Menjelang Museum Raja Ali Haji dibuka secara umum, Disbudpar Batam akan mendatangkan cogan asli, yang merupakan regalia atau simbol kebesaran dari Kerajaan Riau-Lingga, Johor, Pahang yang tersimpan di Museum Nasional. Ia mengaku, cogan tersebut hanya satu-satunya yang tersisa.

BACA JUGA:  Surya Paloh 'Hadir' di Deklarasi Amsakar-Li Claudia
Cogan (ist)

“Dulunya cogan tersebut hanya dikeluarkan saat penabalan para raja. Kita ingin, saat museum Raja Ali Haji diresmikan, cogan tersebut bisa dibawa ke Batam,” ujar Ardi.

Selain saat peresmian, barang yang sangat bersejarah tersebut akan dipamerkan di museum Raja Ali Haji dalam beberapa waktu sebelum dikembalikan lagi ke Museum Nasional. “Sekarang kita hanya punya replikanya yang sudah terpasang di depan Museum Raja Ali Haji,” kata Ardi.

Ia berharap, keberadaan museum ini nantinya dapat menjadi media pembelajaran khususnya bidang sejarah di Batam. Selain itu, menjadi daya tarik wisatawan untuk mengunjungi kota yang bertetangga dengan Singapura dan Malaysia ini.

“Beberapa sejarah ada kaitannya dengan negara tetangga. Bahkan akan ada tokoh-tokoh bersejarah wilayah serumpun Melayu ini,” ujarnya. (RM)

Berita Terkait

Tegaskan Marwah Melayu! Panglima Sulung Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau: Jangan Pernah Hina Tokoh dan Adat Kami
BP Batam Kedepankan Pendekatan Komprehensif Selesaikan Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar
Ringankan Beban Warga, Pemko Batam Gratiskan PBB untuk Rumah Hingga Rp120 Juta
May Day Berbeda di Batam: Buruh Kompak Angkut Puluhan Ton Sampah
Keceriaan Amsakar-Li Claudia bersama Buruh Batam, MayDay Diisi Aksi Positif
Akhir Pekan Membludak, Belakang Padang Jadi Magnet Wisata Baru Warga Batam
Amsakar Kukuhkan Ketua dan Pengurus IWAKUSI Batam, Erlita Kembali Jadi Ketua
Amsakar-Li Claudia Perjuangkan Kampung Tua dalam Revisi RTRW Kepri 2026

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 19:36 WIB

Tegaskan Marwah Melayu! Panglima Sulung Laskar Melayu Bersatu Kepulauan Riau: Jangan Pernah Hina Tokoh dan Adat Kami

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:35 WIB

BP Batam Kedepankan Pendekatan Komprehensif Selesaikan Persoalan Perpanjangan UWT di Puskopkar

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:32 WIB

May Day Berbeda di Batam: Buruh Kompak Angkut Puluhan Ton Sampah

Jumat, 1 Mei 2026 - 13:59 WIB

Keceriaan Amsakar-Li Claudia bersama Buruh Batam, MayDay Diisi Aksi Positif

Jumat, 1 Mei 2026 - 11:04 WIB

Akhir Pekan Membludak, Belakang Padang Jadi Magnet Wisata Baru Warga Batam

Berita Terbaru