Dikutip dari laman Liputan6.com, Sunaryo, Ketua RW 01, Kelurahan Sekanak Raya, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, mengungkapkan banyaknya kapal tenggelam di sekitar Batu Berantai. Sebab, banyak pantangan atau larangan yang dilanggar saat melewati lokasi perairan Batu Berantai.
“Di tahun 1960-an kapal Naga dari Singapura tenggelam di perairan itu,” ia mengungkapkan.
Ketika itu, imbuh Sunaryo, ada kru kapal yang membawa kue donat yang merupakan salah satu pantangan. Selain itu, sejumlah pantangan lain yang tidak boleh dilanggar adalah mengucapkan perkataan kotor, sombong, dan takabur.
Menurut dia, warga setempat kerap mengalami kejadian saat melintas di perairan Batu Berantai, Batam, Kepulauan Riau, melihat sosok bocah laki-laki tak memakai baju sedang mengayuh sampan. (RD)

















