3. Efek Samping Vaksin
Vaksin Sinovac
Sekretaris Eksekutif Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Dr dr Julitasari Sundoro, MSc-PH, mengatakan bahwa efek samping vaksin Sinovac tidaklah berbahaya dan masih bersifat ringan.
“Misalnya efek samping lokal. Jadi nyeri pada tempat suntikan. Kita kan namanya dimasukin jarum, dimasukkin vaksin, berarti ada reaksi lokal,” kata dr Julitasari.
“Ada juga reaksi sistemik, misalnya pegal-pegal kemudian demam ringan. Tapi itu sangat kecil karena vaksin yang tiba ini adalah vaksin yang inactivated, vaksin yang mati. Jadi efek sampingnya itu jauh lebih kecil dari vaksin-vaksin lain yang live attenuated atau vaksin-vaksin hidup,” lanjutnya.
Vaksin AstraZeneca
Dikutip dari laman GOV.UK, sebagian besar efek samping yang dihasilkan dari vaksin AstraZeneca masih dalam kategori ringan-sedang. Di antaranya sebagai berikut.
- Sangat umum (memengaruhi lebih dari 1 dari 10 orang)
- Nyeri, gatal, dan rasa panas di area suntikan
- Merasa tidak enak badan
- Menggigil atau demam
- Sakit kepala
- Mual
- Nyeri sendi atau nyeri otot
- Umum (memengaruhi 1 dari 10 orang)
- Bengkak, kemerahan, dan benjolan di area suntikan
- Demam
- Muntah atau diare
- Radang tenggorokan
- Pilek atau batuk
- Menggigil
- Jarang (memengaruhi 1 dari 100 orang)
- Nafsu makan menurun
- Sakit perut
- Kelenjar getah bening membesar
- Keringat berlebih
- Kulit gatal atau ruam.
4. Usia Penerima Vaksin
Vaksin Sinovac
Sinovac telah melakukan uji klinis terhadap dua kelompok usia, yakni dewasa (18-59 tahun) dan lansia (60 tahun ke atas).
Awalnya memang vaksin ini hanya diperuntukkan untuk usia 18-59 tahun. Namun, setelah dievaluasi lebih lanjut tentang keamanan dan efektivitasnya, vaksin Sinovac juga bisa digunakan untuk lansia 60 tahun ke atas dengan rentang penyuntikkan 28 hari antara dosis pertama dan kedua.
Vaksin AstraZeneca
Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI) mengatakan bahwa vaksin AstraZeneca dapat digunakan pada usia 18 tahun ke atas. Berdasarkan evaluasi lebih lanjut, rentang penyuntikkan yang direkomendasikan adalah 8-12 minggu antara dosis pertama dan kedua.
“Vaksin COVID-19 AstraZeneca dapat diberikan pada usia >18 tahun, sesuai dengan EUA (izin penggunaan darurat) yang telah diperbaiki pada interval dosis kedua menjadi 4-8 minggu atau 8-12 minggu. Namun, untuk pelaksanaan di lapangan secara operasional lebih tepat dipilih dengan interval 8 minggu,” jelas ITAGI dalam keterangan resminya.
Jadi, itulah ragam perbedaan antara vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Keduanya telah terbukti aman dan efektif dalam melawan infeksi virus Corona COVID-19. (ER/Detik)
Halaman : 1 2

















