Sabtu, 8 Mei 2021
11 Apr 2021
(ist)
(ist)

INIKEPRI.COM – Vaksinasi COVID-19 di Indonesia masih terus berlangsung. Saat ini ada dua jenis vaksin Corona yang digunakan, yaitu vaksin Sinovac dan AstraZeneca.

Mungkin pertanyaan itu masih suka dipertanyakan oleh sebagian orang. Vaksin Sinovac dan AstraZeneca memang memiliki banyak perbedaan, termasuk teknologi yang dipakai pun berbeda.

Meski begitu, kedua vaksin tersebut sudah terbukti menunjukkan efektivitas dalam melawan infeksi virus Corona COVID-19. Selain itu, aspek keamanannya pun telah dibuktikan dalam uji klinis.

Lantas apa saja perbedaan dari vaksin Sinovac dan AstraZeneca? Dilansir dari Detik.com, ini perbedaannya:

1. Teknologi Vaksin

Vaksin Sinovac

Vaksin Corona buatan Sinovac menggunakan inactivated virus atau virus utuh yang sudah dimatikan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), metode ini sudah terbukti manjur dan telah digunakan dalam pengembangan vaksin lain, seperti flu dan polio.

“Hanya saja vaksin yang dibuat dengan cara ini membutuhkan fasilitas laboratorium khusus untuk mengembangkan virus atau bakteri dengan aman, waktu produksinya relatif lama, dan kemungkinan butuh dua atau tiga dosis suntikan,” tulis WHO.

Vaksin AstraZeneca

Berbeda dengan Sinovac, vaksin AstraZeneca tidak mengandung virus Corona yang dimatikan. Namun, vaksin ini menggunakan vektor adenovirus simpanse.

Maksudnya, para pengembang vaksin AstraZeneca mengambil virus yang biasa menginfeksi simpanse, kemudian dimodifikasi secara genetik untuk memicu respons imun (viral vector).

“Pada vaksin viral vector, virus yang tidak berbahaya ini akan masuk ke dalam sel di tubuh kita lalu mengirim instruksi pembuatan sebagian kecil virus penyebab COVID-19. Bagian tersebut merupakan protein mirip paku (spike protein) yang ditemukan pada permukaan virus COVID-19,” tulis Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC).

“Sel kemudian menampilkan protein ini, lalu sistem imun kita mengenalinya sebagai benda asing. Ini akan memicu sistem imun menghasilkan antibodi dan sel-sel imun lainnya untuk melawan apa yang dianggap sebagai infeksi,” lanjut CDC.

2. Efikasi Vaksin

Vaksin Sinovac

Dari hasil uji klinis tahap 3 di Bandung, vaksin Sinovac menunjukkan efikasi sebesar 65,3 persen dalam mencegah COVID-19. Hasil ini didapat berdasarkan uji coba kepada 1.600 orang di Bandung.

Vaksin AstraZeneca

Berdasarkan laporan terbaru, vaksin AstraZeneca disebut 76 persen efektif dalam mencegah kasus COVID-19 bergejala. Selain itu, AstraZeneca juga menyebut vaksin Corona buatannya 100 persen efektif mencegah penyakit parah karena COVID-19 dan rawat inap.

Kemudian, apa beda vaksin Sinovac dan AstraZeneca dari sisi efek sampingnya?

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x