Vaksin AstraZeneca Dibuang, Denmark Setop Pakai!

- Publisher

Jumat, 16 April 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Denmark menjadi negara pertama yang menyetop penggunaan vaksin corona AstraZeneca. Negara itu tak akan lagi menggunakan vaksin Inggris-Swedia tersebut untuk seluruh program vaksinasinya.

Denmark pun dengan resmi menunda kesimpulan skema vaksinasi nasionalnya hingga awal Agustus.

Baca Juga: BPOM Eropa: Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

“Efek samping sangat nyata dan serius,” kata Kepala Badan Kesehatan Denmark Soren Brostrom sebagaimana dilaporkan Reuters, Rabu (14/4/2021).

BACA JUGA:  Vaksin COVID-19 AstraZeneca sudah tidak Beredar di Indonesia

“Berdasarkan pertimbangan keseluruhan, oleh karena itu kami memilih untuk melanjutkan program vaksinasi untuk semua kelompok sasaran tanpa vaksin ini.”

Sebelumnya, pengawas obat Uni Eropa, European Medicines Agency (EMA), mengatakan telah menemukan kemungkinan hubungan antara AstraZeneca dan trombosis sinus vena serebral (CVST). Ini adalah penyakit kelainan pembuluh darah akibat pembentukan gumpalan darah pada pembuluh darah di otak.

BACA JUGA:  Penis Manusia Ditemukan di Dalam Toples Oleh Tukang Kebun, Ada Kisah Sedih Dibalik Penemuannya

Meski demikian, EMA menekankan bahwa efek samping ini sangat jarang. Risiko kematian akibat Covid-19 juga jauh lebih besar.

Baca Juga: Ini 4 Perbedaan Vaksin Sinovac dan AstraZeneca

EMA sendiri telah menerima 169 laporan kasus CVST setelah UE memberikan 34 juta dosis ke warga. Namun regulator menyerahkan keputusan akhir ke negara masing-masing.

Beberapa negara akhirnya tetap melanjutkan vaksinasi dengan syarat ketat. Penggunaan di bawah 50 tahun atau di atas 60 tahun dibatasi.

BACA JUGA:  Hutan Purba Ditemukan di dalam Lubang Raksasa di China

Denmark juga menghentikan penggunaan vaksin Johnson & Johnson. Pemerintah menunggu hasil penyidikan lengkap.

Baca Juga: Ini Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Hampir satu juta dari 5,8 juta populasi telah menerima suntikan pertama vaksin. Yakni 77% Pfizer/BioNTech, 7,8% Moderna dan 15,3% AstraZeneca. (ER/CNBCIndonesia)

Berita Terkait

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi
Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina
Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB
Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi
BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026
BP Batam Tawarkan Proyek Waste to Energy kepada Calon Mitra di Jepang
Ferrari Luce Pertama Laku Rp713,7 Miliar, Pembelinya Dokter Mata Berusia 87 Tahun
Guci Tua Berisi 100 Lebih Perhiasan yang Terkubur 1.200 Tahun, Ditemukan di Jalur Haji Menuju Makkah

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Tampil di Tech Week Singapore 2026, Batam Tawarkan Ekosistem Data Centre Terintegrasi

Selasa, 29 September 2026 - 10:36 WIB

Lima Bulan di Rusia, Rendi Pemuda Natuna Dikabarkan Gugur Dihantam Drone Ukraina

Jumat, 25 September 2026 - 08:12 WIB

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Naik ke Podium Sidang PBB

Selasa, 15 September 2026 - 07:49 WIB

Obama Bicara soal AI jika Maju Capres AS 2028: Anak-anak Harus Dilindungi

Minggu, 13 September 2026 - 12:32 WIB

BP Batam Perkuat Promosi KEK Pariwisata Kesehatan Internasional Batam di Medical Fair 2026

Berita Terbaru