Ini Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca

- Publisher

Rabu, 31 Maret 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Vaksin AstraZeneca (ist)

Vaksin AstraZeneca (ist)

INIKEPRI.COM – Program vaksinasi yang menggunakan vaksin AstraZeneca memiliki efek samping. Efek samping terjadi dengan reaksi lokal dan juga umum.

“Lokal dilaporkan nyeri ditempat suntikan, pegal, dan gatal. Reaksi umum sakit kepala, mual, muntah, kesulitan bernapas dan menggigil,” kata Ketua Komnas KIPI, Hindra Irawan dalam konferensi pers Penjelasan KIPI Terkait Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Covax Facility, Selasa (30/3/2021).

Presentasi orang yang terkena efek samping kurang dari 1 persen. Mereka yang memiliki efek samping tanpa pengobatan hingga membutuhkan obat ringan.

BACA JUGA:  Bulan Ramadhan Sudah Dekat, Begini Cara Atasi Rasa Lapar saat Berpuasa

Setiap ada laporan efek samping selalu dilakukan kajian dan berdiskusi dengan Komda KIPI. Hindra menyebutkan selalu melakukan pertemuan dua hingga tiga kali seminggu untuk mengkaji terutama kejadian yang serius.

“Sulawesi Utara juga demikian, melakukan kajian Komda Sulawesi Utara, Badan POM, WHO dengan Unicef, dengan anggota Komnas,” ujarnya.

AstraZeneca digunakan di tujuh provinsi Indonesia yakni Bali, Jawa Timur, Nusa Tenggara, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, Provinsi Maluku dan DKI Jakarta. Dari seluruh daerah hanya Sulawesi Utara yang melaporkan adanya kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI.

BACA JUGA:  Capaian Imunisasi Anak-Anak Indonesia Meningkat Jadi 94,9 Persen pada 2022

Saat ditanya kenapa KIPI hanya terjadi Sulawesi Utara bukan pada di Jawa Timur, Hindra menyebutkan memerlukan investigasi lebih lanjut. Namun dia mengatakan KIPI di Sulawesi Utara berasal di beberapa tepat, kebanyakan dari pegawai perusahaan.

BACA JUGA:  BPOM Eropa: Vaksin AstraZeneca Sebabkan Pembekuan Darah

“Sehingga yang demam, menggigil, kesulitan bernapas enggak masuk kerja. Pimpinan perusahaan gelisah karyawan tidak masuk kerja. Tapi 1-2 hari berakhir dengan sehat,” kata Hindrawan.

Sementara untuk Bali dan Jawa Timur, kemungkinan memiliki sasaran suntikan yang berbeda. Namun dia menegaskan perlu melakukan kajian lebih lanjut lagi.

“Kami tidak tahu tepat, belum ada kajian khusus di Jawa Timur dan Bali. Kajian dalam akan tetap dilakukan,” ungkapnya. (ER/CNBCIndonesia)

Berita Terkait

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Berita Terbaru