Pasien Meningkat di Kepri Dicurigai Karena Mutasi Virus COVID-19

- Publisher

Senin, 3 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Antara Foto)

(Antara Foto)

INIKEPRI.COM – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Bisri mencurigai peningkatan jumlah pasien pada April 2021 disebabkan varian baru COVID-19, yakni B1525, yang pernah ditemukan pada Februari 2021 di Batam.

“Satu kasus pada Februari 2021 ditemukan varian baru COVID-19 di Batam, yang menginfeksi salah seorang pekerja migran Indonesia dari Malaysia. Kemungkinan ini menyebar saat proses pemulangan pekerja itu,” katanya di Tanjungpinang, Minggu 2 Mei 2021, dilansir dari Antara.

Menurut analisisnya, potensi varian baru COVID-19 masuk ke Kepri cukup besar, karena eks pekerja migran Indonesia masuk ke Tanah Air melalui Batam dan Tanjungpinang.

Karena itu, Dinkes Kepri telah melayangkan surat permohonan kepada Kemenkes untuk meneliti lebih mendalam jenis COVID-19 yang menular kepada warga.

BACA JUGA:  PT Wings Bantu Pasien COVID-19 di Asrama Haji

“Penelitian itu membutuhkan waktu. Kami curiga karena penularannya begitu cepat. Kami berharap penularan varian baru COVID-19 tidak terjadi,” katanya.

Selain itu, Bisri mengatakan penularan COVID-19 yang begitu cepat di Kepri tidak terlepas dari kelalaian masyarakat yang tidak menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Kelalaian itu, menurut dugaannya disebabkan sejak Januari-Maret 2021, kasus aktif COVID-19 semakin sedikit.

“Karena kasus COVID-19 semakin sedikit, ada banyak orang yang tidak menerapkan protokol kesehatan. Kerumunan terjadi, banyak orang yang tidak menggunakan masker,” kata Bisri.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kepri mencatat jumlah warga di wilayah itu yang terinfeksi COVID-19 bertambah 145 orang sehingga menjadi 11.499 orang.

BACA JUGA:  Penderitaan Pasien Covid-19: Ini Ada dan Jangan Bandal!

Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kepri, Tengku Said Arif Fadillah, menjelaskan, penambahan pasien COVID-19 di wilayah itu terjadi di Batam 27 orang, Tanjungpinang 32 orang, Bintan sembilan orang, Karimun 52 orang, dan Kepulauan Anambas 25 orang.

“Natuna dan Lingga hari ini tidak terjadi penambahan kasus baru COVID-19,” kata Sekda Kepri itu.

Arif mengemukakan total jumlah pasien COVID-19 sejak pandemi sampai sekarang di Kepri sejak mencapai 11.499 orang, tersebar di Batam sebanyak 7.370 orang, Tanjungpinang 2.192 orang, Bintan 982 orang, Karimun 566 orang, Lingga 71 orang, Natuna 113 orang, dan Anambas 205 orang.

Jumlah pasien yang sembuh dari COVID-19 bertambah 94 orang hari ini 9.912 orang. Sebanyak 94 pasien yang sembuh tersebut, tersebar di Batam 47 orang, Tanjungpinang 12 orang, Bintan delapan orang, Karimun dua orang, Lingga satu orang, dan Anambas 24 orang.

BACA JUGA:  BOR RS Meningkat, Batam Optimalkan Penanganan COVID-19 di Asrama Haji

Jumlah pasien yang meninggal dunia bertambah lima orang sehingga menjadi 268 orang.

Sedangkan jumlah kasus aktif di Kepri mencapai 1.319 orang, tersebar di Batam 681 orang, Tanjungpinang 294 orang, Bintan 149 orang, Karimun 115 orang, Lingga sembilan orang, Natuna tiga orang, dan Anambas 68 orang.

“Bintan, Kota Batam dan Tanjungpinang ditetaokan sebagai Zona Oranye atau resiko sedang penularan COVID-19, sedangkan Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas sebagai Zona Kuning atau resiko penularan rendah,” demikian Tengku Said Arif Fadillah. (ET/Antara)

Berita Terkait

Lomba Gerak Jalan Proklamasi Tanjungpinang 2026 Dibuka, Pendaftaran Kini Sepenuhnya Online
Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026
Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026
Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII
Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama
Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan
Delegasi Sosek Malindo Johor Kagum dengan Pulau Penyengat, Sebut Warisan Melayu yang Perlu Dijaga
Dinilai Belum Efektif, Kebijakan WFA ASN di Tanjungpinang Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:37 WIB

Jangan Salah Datang! Libur Sekolah di Tanjungpinang Diperpanjang, Siswa Baru Masuk 20 Juli 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:59 WIB

Tak Tergoyahkan! Batam Borong Prestasi dan Kunci Juara Umum MTQ Kepri 2026

Senin, 6 Juli 2026 - 07:08 WIB

Kafilah Batam Tampil Meyakinkan, Sepuluh Peserta Lolos Final MTQ Kepri XII

Senin, 29 Juni 2026 - 08:11 WIB

Reuni Akbar PGAN Tanjungpinang Jadi Ajang Pererat Silaturahmi, Ansar Soroti Peran Guru Agama

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02 WIB

Relokasi Pedagang Taman Gurindam 12 Dimulai, Satpol PP dan Pemko Tanjungpinang Bantu Proses Pemindahan

Berita Terbaru