Minggu, 13 Juni 2021
11 Mei 2021
(ANTARA FOTO)
(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Rusdani mengatakan pengawasan protokol kesehatan masyarakat di daerah itu belakangan mulai longgar sehingga turut memicu melonjaknya kasus COVID-19.

Dia menilai masyarakat setempat terlena karena penyebaran kasus sempat turun, lalu akhirnya banyak yang mengabaikan protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker.

Kemudian acara-acara keramaian di hotel sudah mulai banyak digelar, menyusul berbuka puasa diperbolehkan, dan pasar-pasar ramai pengunjung tanpa mengindahkan protokol kesehatan.

“Pengawasan protokol kesehatan saat ini, tidak seketat seperti masa awal kasus pandemi COVID-19,” ujar Rusdani.

Di samping itu, lanjut dia, masyarakat menganggap vaksinasi COVID-19 yang tengah berjalan dapat melindungi diri dari COVID-19.

Padahal, menurut dia, vaksinasi tidak 100 persen melindungi seseorang dari COVID-19. Masih ada sekian persen potensi seseorang itu terpapar COVID-19.

“Cukup banyak setelah vaksin terinveksi COVID-19. Bahkan dokter sekali pun,” ujarnya.

Berdasarkan data Satgas COVID-19 Kepri hingga saat imi jumlah pasien terkonfirmasi positif mencapai 12.431 orang, meliputi kasus aktif 1.614 orang, sembuh 10.539 orang, dan meninggal 279 orang. (ET/ANTARA)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x