BP2MI Ajak Pemprov Kepri Berantas Sindikat Mafia Penempatan PMI Ilegal

- Admin

Kamis, 13 Mei 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO)

(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani mengajak Pemprov Kepri memberantas sindikat mafia penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ilegal ke luar negeri.

Menurut Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani di Tanjungpinang, Rabu, Kepri yang berbatasan langsung dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura, sehingga sangat rentan terhadap penyelundupan PMI ilegal.

Dia mengatakan sejak dulu sindikat tersebut merupakan sekelompok kecil orang yang dibeking oleh oknum-oknum TNI, Polri, Imigrasi, Kedutaan Besar, Kementerian Tenaga Kerja, hingga BP2MI.

“Oknum itu ada di manapun. Kalau bicara institusi sudah pasti semuanya berorientasi Merah Putih dan solid untuk membersihkan sindikat mafia PMI ilegal,” kata Benny saat meninjau RPTC Tanjungpinang, Kepri.

Baca Juga :  Optimalisasi Capaian PIN Polio, Pj. Wali Kota Andri Rizal Minta Kuatkan Koordinasi di Dua Kecamatan

Benny memaparkan sindikat tersebut sampai saat ini masih beroperasi, dimana mereka memperjualbelikan anak bangsa untuk bekerja secara tak resmi ke luar negeri.

Dari seorang PMI, mereka mengambil keuntungan sebesar Rp20 juta per orang. Rp10 juta untuk pengusaha dan Rp10 juta lainnya untuk oknum-oknum yang membekingi sindikat tersebut.

“Padahal, mereka yang memiliki atribut kekuasaan, sudah disumpah untuk jabatannya. Ketika terlibat perdagangan orang, berarti mereka jadi musuh negara,” ujat Benny.

Baca Juga :  DKP Kepri Akan Fasilitasi Keluarga Nelayan yang Ditangkap Petugas Malaysia

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar Pemprov Kepri mengoptimalkan pencegahan penempatan PMI ilegal dari hulu.

Penanganannya harus dari hulu, yaitu Pemerintah Desa wajib memverifikasi setiap warga yang akan berangkat keluar negeri, tak ada manipulasi dokumen dan memenuhi semua persyaratan.

“Pemda meningkatkan pelatihan dan kapasitas PMI, sehingga mereka menjadi pekerja terampil dan profesional,” ujar dia.

Ia meminta kepada pihak Imigrasi untuk memperketat pengawasan warga ke luar negeri, karena PMI biasanya menggunakan visa turis untuk bekerja di luar negeri.

Sementara, syarat pertama hendak berangkat dengan visa turis, harus menunjukkan tiket keberangkatan dan kepulangan. Biasanya mereka hanya menunjukkan tiket keberangkatan.

Baca Juga :  Sumbang Devisa Terbesar Kedua, Pemerintah Maksimalkan Pelindungan Pekerja Migran

“Pejabat saja kalau mau pesiar ke luar negeri, ditanya keperluannya apa, berapa lama dan bawa uang berapa. Tapi, mengapa sindikat itu justru bisa lolos,” ujarnya.

Dia berharap semua pihak berkepentingan bahu-membahu melawan para sindikat mafia PMI ilegal agar jangan sampai masyarakat menjadi korban tindakan tak menyenangkan saat bekerja di luar negeri sebagai imbas berangkat melalui jalur tak resmi.

“Jangan biarkan para mafia ini, seolah-olah dengan uang mereka bisa mengendalikan negara. Negara tidak boleh kalah, Merah Putih harus berkibar setinggi-tingginya demi menjaga marwah bangsa,” katanya. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang
Aplikasi Pantunesia Resmi Diluncurkan, Perkuat Pelestarian Pantun Melayu Berbasis Teknologi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:06 WIB

Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB