Minggu, 13 Juni 2021
26 Mei 2021
(ANTARA FOTO)
(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Serbuan jutaan lalat dialami oleh Warga Pulau Rempang Kecamatan Pulau Galang Kota Batam, Kepulauan Riau.

Warga mengeluhkan serbuan lalat itu yang masuk ke rumah dan mengganggu kehidupan mereka.

Riki, salah seorang warga mengatakan, hampir seluruh rumah diserbu oleh lalat.

Bahkan untuk makan, lanjut Riki, warga sudah merasakan kesulitan. Karena, saat ambil nasi di piring, ribuan lalat segera menyerbu. Ikan asin yang dijemur warga tak luput dari serbuan hewan menjijikkan itu.

“Untung ada listrik, kalau makan harus hidupkan kipas angin, kalau tidak diserbu. Cepat sekali,” kata dia, dikutip dari ANTARA, Rabu 26 Mei 2021.

Sebenarnya, warga sudah mengeluhkan kehadiran lalat sejak hari terakhir Ramadhan 1442 H. Namun, dalam sepekan terakhir jumlahnya bertambah banyak.

Menurut dia, sejumlah warga sudah mengeluhkan sakit perut, akibat serbuan lalat yang hinggap di makanan. “Tapi enggak tahu jumlahnya,” kata dia.

Warga Kecamatan Galang lainnya, Jaka Alamsyah juga mengeluhkan serbuan lalat yang masuk pemukiman warga.

“Banyak sekali. Apalagi ketika hendak masak, mau menggoreng,” kata warga Kelurahan Sembulang itu.

Demi menghindari serbuan lalat, warga terpaksa menutup rumah rapat-rapat. Hanya kamar yang dilengkapi tirai magnet yang terbebas dari lalat.

Ia mengatakan warga sudah mencoba banyak cara untuk mengurangi serbuan lalat namun sia-sia.

“Kami pakai jebakan kertas yang dilem. Itu selalu penuh, bisa ganti-ganti kertas sampai enam kali, penuh terus,” kata dia.

Warga juga mencoba menyemprotnya dengan cairan. Namun sampai habis berbotol-botol pun tidak mengurangi lalat yang mengerubung.

Menurut dia, lalat itu berasal dari kandang ayam yang berjarak sekitar enam km dari kediamannya di Sembulang.

“Dari dulu begitu, setiap panen ayam, lalat ke rumah warga,” kata dia.

Setelah menderita karena serbuan lalat beberapa pekan, kata dia, warga memberanikan diri melapor ke RT/RW untuk protes ke pemilik kandang ayam. Mereka menawarkan untuk menyemprot cairan yang dianggap bisa membunuh lalat ke rumah-rumah warga.

“Warga ada yang menolak karena khawatir efek pada makanan, karena itu ada racunnya,” kata dia.

Ia berharap pemerintah segera turun tangan menangani serbuan lalat ke pemukiman warga tersebut. (AFP/ANTARA)

5 2 votes
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Trending

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x