Tim Gabungan TNI AL Tangkap Kapal Pengangkut 13 Ton BBM Ilegal di Karimun

- Publisher

Selasa, 1 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ANTARA FOTO)

(ANTARA FOTO)

INIKEPRI.COM – Tim gabungan TNI Angkatan Laut (AL) menangkap kapal kayu pengangkut 13 ton Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal jenis High Speed Diesel (HSD).

Kapal kayu bernama KM. Selat Perkasa GT.6 itu diamankan tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Lanal Tanjungbalai Karimun (TBK) dan Tim Satgas Gombolo-21.I Dispamsanal.

“Sabtu (29/5/2021), tim gabungan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan BBM ilegal di perairan Tanjungbalai Karimun,” kata Danlanal TBK Letkol Laut (P) Puji Basuki Hanla, dikutip dari ANTARA.

BACA JUGA:  Bangun Pangkalan Baru, TNI AL Survei Lahan di Natuna

Kapal tersebut dinakhodai tiga orang ABK dan berasal dari Selat Panjang, Provinsi Riau tujuan Tanjungbalai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang diduga akan dijual eceran ke kapal-kapal kecil.

“Itu yang masih kita dalami. Sementara, untuk dokumen kapal lengkap, namun dokumen angkutan BBM tidak ada,” ungkap Danlanal.

BACA JUGA:  PT Karimun Anugerah Sejati Bangun Alutsista TNI AL, Kasal: Solusi dari Ketergantungan

Danlanal menjelaskan penangkapan kapal tersebut berawal dari Tim F1QR Lanal TBK dan Tim Satgas Gombolo-21.I melaksanakan pengumpulan data di laut terkait kegiatan ilegal yang melintas di perairan Tanjungbalai Karimun.

Tak lama kemudian, tim melihat kapal kayu yang mencurigakan tengah melintas di perairan Pulau Tambelas dan langsung menginfokan kepada KAL Pelawan yang kemudian kapal kayu tersebut dilakukan penarikan.

BACA JUGA:  Ketua RGPEDULI Kepri Sebut Kunjungan Gobel di Karimun Akan Membawa Kemajuan

“Setelah dilaksanakan pengecekan, kapal tersebut mengangkut BBM jenis HSD sejumlah 13 ton yang tidak dilengkapi dengan dokumen,” jelas Danlanal.

Saat ini KM. Selat Perkasa sudah dibawa ke Mako Lanal TBK untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut. (AFP)

Berita Terkait

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah
Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia
ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa
Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless
Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya
Karimun Terseret Sanksi Uni Eropa ke Rusia, Terminal Minyak Jadi Sorotan: “Main Api di Jalur Selat Malaka?”
Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun
Ironi Guru Karimun: Puluhan Tahun Mengajar, DPR Minta Status Segera Diperjelas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:43 WIB

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:26 WIB

ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:51 WIB

Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless

Rabu, 29 April 2026 - 08:45 WIB

Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru