Efek Pandemi COVID-19, 31 Siswa di Bintan Putus Sekolah

- Publisher

Rabu, 2 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(ist)

(ist)

INIKEPRI.COM – Informasi putus sekolahnya 31 siswa SMA/SMK di Kabupaten Bintan karena efek pandemi COVID-19 sedang ditelurusi oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Muhammad Dali.

“Sedang ditelusuri. Saya baru tahu informasi itu pagi ini,” kata Dali dilansir dari ANTARA, Senin 31 Mei 2021.

Diketahui, ke-31 siswa siswa tersebut, terdiri 25 siswa SMAN 1 Bintan dan 6 siswa SMKN 1 Bintan. Mereka putus sekolah diduga karena kecanduan bermain gawai atau gim daring (online) dan memilih bekerja.

Dali mengaku pihak SMAN 1 maupun SMKN 1 Bintan, sampai saat ini belum menyampaikan laporan secara resmi terkait 31 siswa putus sekolah tersebut.

BACA JUGA:  PPKM di Kepri Tetap Level 1, Diperpanjang Hingga 8 November 2021

Ia akan berkoordinasi dengan kepala sekolah dan orang tua dari 31 siswa itu untuk mengetahui apakah mereka betul-betul putus sekolah atau tidak.

Menurut dia, tidak mudah membujuk mereka jika memang sudah tidak ingin lagi bersekolah.

Ia mengakui pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan sistem daring akibat pandemi COVID-19, membuat siswa lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai di dalam atau luar rumah. Apabila minim pengawasan dari guru dan orang tua, dampaknya sangat buruk bagi si siswa.

Belum lagi kondisi ekonomi terpuruk imbas pandemi ini, sehingga ada sebagian siswa yang lebih memilih bekerja untuk menopang perekonomian keluarga dibanding bersekolah.

“Kita tetap upayakan agar mereka kembali ke sekolah, kalau alasannya kecanduan gawai atau memilih bekerja, harus segera dicarikan solusi bersama,” ujar Dali.

BACA JUGA:  Bapelitbang Bintan Gelar Forum Konsultasi RKPD Tahun 2023

Sementara itu, pemerhati anak Provinsi Kepri Muhammad Faizal menyayangkan kabar 31 siswa di Kabupaten Bintan itu putus sekolah.

Dalam Undang-Undang perlindungan anak, katanya, orang tua, pemerintah dan masyarakat harus memastikan anak-anak mengikuti wajib belajar 12 tahun.

Jika salah satu alasan karena kecanduan bermain gawai, harus ada upaya asesmen terhadap 31 siswa tersebut supaya dipulihkan secara psikologis. “Tak ada alasan putus sekolah, harus ada solusi. Sekarang efek gawai sangat luar biasa bagi anak-anak,” imbuhnya.

Dia mendorong komunikasi antara guru dan orang tua ditingkatkan, kalau ada siswa tidak ikut pelaksanaan PJJ selama satu atau dua hari. Guru harus memberitahukan kepada orang tua siswa, karena mungkin orang tua tak tahu kalau anak mereka bermain game online sepanjang hari, sehingga tidak ikut PJJ.

BACA JUGA:  Syarat Masuk Singapura, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

“Jadi baiknya didalami dulu kenapa 31 siswa itu putus sekolah,” kata Faizal.

Secara terpisah, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Bintan Rencana Ginting membenarkan 25 siswa di sekolahnya putus sekolah, pemicunya rata-rata disebabkan kecanduan gawai dan memilih bekerja.

Pihaknya telah berupaya maksimal menahan agar siswa tersebut tetap bersekolah, namun tidak membuahkan hasil.

“Kami sudah panggil orang tua siswa, bahkan datang langsung ke rumahnya untuk memberikan dorongan dan motivasi. Tapi, tetap saja siswa bersangkutan tak mau sekolah,” tuturnya. (ET)

Berita Terkait

Membanggakan! Dendy Setiawan Nugroho, Siswa MTs Madani Tebuireng Bintan Juara 1 Olimpiade Matematika Nasional
Datang ke KUA Bintan Timur untuk Bercerai, Pasangan Ini Pulang Membawa Tekad Mempertahankan Rumah Tangga
Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia Kedepankan Transformasi Layanan Investasi: Investor Global Semakin Melirik Batam
Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir
KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan
Sofea Adiba Meldja Harumkan MIN 1 Bintan di Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Bintan
Job Fair Bintan 2026 Hadirkan 1.309 Lowongan Kerja dari 12 Perusahaan
Tragis! Pria 33 Tahun di Bintan Ditemukan Tewas Gantung Diri, Ada Dugaan Masalah Utang

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 10:42 WIB

Membanggakan! Dendy Setiawan Nugroho, Siswa MTs Madani Tebuireng Bintan Juara 1 Olimpiade Matematika Nasional

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Datang ke KUA Bintan Timur untuk Bercerai, Pasangan Ini Pulang Membawa Tekad Mempertahankan Rumah Tangga

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:15 WIB

Kepemimpinan Amsakar – Li Claudia Kedepankan Transformasi Layanan Investasi: Investor Global Semakin Melirik Batam

Rabu, 29 Juli 2026 - 07:07 WIB

Pernah Terendam Hingga 1 Meter, Kampung Purwodadi Kini Dikebut Bebas Banjir

Minggu, 28 Juni 2026 - 09:35 WIB

KUA Bintan Timur Hadirkan Layanan 4 in 1, Pasangan Pengantin Langsung Terima Dokumen Kependudukan

Berita Terbaru