Jumat, 30 Juli 2021
Ikuti Kami di :
15 Jun 2021
(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
(Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

INIKEPRI.COM – Hubungan Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri (Mega) belakangan nampak makin mesra. Tengok saja dalam beberapa pertemuan terakhir, media menangkap keduanya nampak akrab. Hal ini pun kemudian ditangkap sebagai sinyal berbeda oleh publik.

Lantas, benarkah Mega-Prabowo bakal kembali membuat kejutan di 2024 mendatang, dengan kolaborasi MegaPro jilid 2? Sebelum pernyataan dari Gerindra, pengamat politik Ujang Komarudin lebih dulu memberi analisanya. Menurut dia, walau masih terlalu dini membahas hubungan Mega dan Prabowo, tetapi kedekatan itu menarik untuk dicermati.

Karena dianggap merepresentasikan kedekatan personal. “Politik butuh kebersamaan. Kita tahu hubungan Mega Pro panas dingin, naik turun, 2009 bersatu 2019 berbeda haluan, dan pasca pilpres bersatu kembali,” katanya di Apa Kabar Indonesia, dikutip Selasa 15 Juni 2021.

Baginya, pada Pilpres 2024 mendatang, tentu akan menarik, sebab tidak ada incumben. Artinya semua memiliki peluang yang sama besar.

Adapun Prabowo juga dinilai Ujang wajar merapat ke Mega. Sebab logika yang dibangun oleh Prabowo saat ini adalah mendekat ke partai penguasa. “Semua dibangun demi investasi politiknya di 2024.”

Mega-Prabowo Mesra, Puan Sah Maju 2024

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantoro mengatakan ajang kontestasi 2024 sebenarnya masihlah cukup lama.

Akan tetapi dia menilai wajar jika banyak pihak tertarik dengan isu kedekatan Mega dan Prabowo. Yang pasti, Ferry kemudian mengomentari soal nama putri Mega yang belakangan dinilai cukup berpotensi maju di gelaran Pilpres 2024 mendatang.

Baginya, sudah waktunya bagi Puan untuk maju dan ditempatkan sebagai calon pemimpin di 2024.

“2024 masih jauh, tapi wajar banyak pihak lembaga survei menempatkan puan sebagai calon pimpinan 2024. Sebab Puan pernah jadi Menko, sekarang Ketua DPR RI. Sangat wajar Puan jadi salah satu figur menarik untuk ditempatkan di Pilpres 2024,” kata Ferry di kesempatan yang sama.

Ferry kemudian menjelaskan framing kedekatan Mega Prabowo yang dinarasikan sejumlah media akan berlanjut di 2024. Kata dia, kedekatan keduanya pada sejumlah pertemuan hanya sekadar menggambarkan momentum, yakni memperingati Hari Pancasila, dan pemberian gelar pada Mega.

Sementara untuk 2024, Prabowo, kata dia, belum memikirkannya. “Teman media progresif sekali, kalau dari saya Partai Gerindra belum terpikirkan, Menhan saat ini tengah konsentrasi pemulihan ekonomi. Apalagi rakyat juga masih mengalami kesulitan ekonomi, di antaranya bahkan banyak yang kena PHK, banyak yang kena dampak pandemi,” kata dia.

Maka itu, Gerindra bersama Prabowo tentu harus berempati juga di suasana yang kurang tepat seperti sekarang ini. “Kalau sekarang Gerindra sama sekali tidak terpikir soal 2024, sekarang harus bantu Jokowi sebagai presiden, agar kabinet fokus memulihkan situasi.” (ER/HOPS)

5 1 vote
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Populer

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x