INIKEPRI.COM – Kabar itu beredar melalui media sosial, Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad, orang pertama yang mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di daerah setempat ternyata terpapar virus corona jenis baru itu.
Bagaimana seseorang yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 secara lengkap, tetap dapat terpapar virus tersebut. Bukankah vaksin itu memberikan kekebalan tubuh, sehingga mestinya virus langsung mental?
Tapi itulah yang terjadi. Setelah kabar itu berembus kencang melalui media sosial. Akhirnya, Wakil Wali Kota Amsakar Achmad mengumumkan kondisi sebenarnya.
“Maka perlu saya informasikan sebagai berikut, bahwa benar saya Amsakar Achmad dan istri saya Erlita Sari positif COVID-19,” kata Amsakar mengonfirmasi kondisi dirinya yang juga disampaikan melalui media sosial pada Jumat (15/4).
Amsakar menerima suntikan dosis pertama COVID-19 pada 15 Januari 2021 dan dosis kedua 14 hari kemudian. Sekitar tiga bulan kemudian, pada 10 April 2021 hasil tes PCR menyatakan Amsakar positif COVID-19.
Hal itu terjadi di awal Bulan Puasa, saat wakil kepala daerah tengah sibuk mengunjungi daerah-daerah untuk Safari Ramadhan. Dia juga baru pulang dari kampung halamannya di Kabupaten Lingga, menjelang Ramadhan.
Maka, kabar itu sempat gempar. Amsakar adalah seorang kepala daerah yang amat dekat dengan warganya. Tentu saja, banyak yang bersimpati.
Syukurnya, virus corona tidak ganas padanya. Dalam waktu kurang 10 hari beristirahat, Amsakar kemudian dinyatakan sembuh dari COVID-19 pada Jumat (16/4).
Begitulah, orang pertama yang disuntik vaksin COVID-19 di Kota Batam dinyatakan positif terpapar virus corona dan dalam waktu enam hari, ia dinyatakan sembuh.
Virus itu hanya bertahan selama delapan hari di tubuh Amsakar yang sudah divaksin Sinovac.
Hal ini pula yang berulang kali diceritakan Amsakar saat sosialisasi pentingnya vaksin.
Menurut Amsakar, tubuhnya bisa lekas pulih berkat imunisasi yang telah dijalaninya.
“Saya orang pertama divaksin di Batam, dan saya juga pernah terpapar COVID-19. Namun, COVID-19 tidak terlalu berpengaruh, karena saya sudah divaksin,” kata dia, Jumat (18/6).
Ia membandingkan kondisinya dengan sang istri yang belum menerima vaksin. Erlita relatif menderita saat terpapar, demam hingga 40 derajat Celcius, bibir menghitam dan badan menggigil. Proses penyembuhannya pun relatif lebih lama.
“Ini membuktikan bagaimana kondisi orang yang terpapar COVID-19 setelah dan sebelum divaksin,” kata Amsakar.
Ia meyakinkan masyarakat bahwa vaksin telah bekerja dengan baik. Meski masih bisa terpapar, namun efeknya relatif lebih ringan.
Ia membantah anggapan bahwa vaksin COVID-19 gagal memberikan kekebalan tubuh. Ia menyanggah penilaian bahwa tidak ada gunanya menerima imunisasi.
“Ini bukan obat, namun dalam melawan COVID-19 butuh imun tubuh yang kuat. Nah, vaksin inilah yang membangkitkan imun tubuh kita,” kata dia.
Cerita Lainnya dari Warga Batam
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

















