5 Ciri Khas Gejala COVID-19 Varian Delta

- Publisher

Senin, 28 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(istock/agrobacter)

(istock/agrobacter)

INIKEPRI.COM – Virus corona varian Delta (B.1.617.2) menimbulkan gejala COVID-19 yang berbeda dari varian aslinya.

Penelitian menunjukkan bahwa gejala COVID-19 Delta yang berasal dari India ini, lebih cepat menular bahkan hanya dalam beberapa detik.

Parahnya, gejala COVID-19 terbaru ini juga dapat membuat kinerja vaksin virus corona menjadi kurang efektif.

Gejala COVID-19 Varian Delta

Dilansir dari Indozone, berikut ini beberapa gejala COVID-19 varian Delta asal India yang berbeda dengan ciri-ciri virus corona pada umumnya.

1. Flu berat

Gejala COVID-19 varian Delta yang paling umum ditemukan, serupa dengan flu namun dengan kondisi yang lebih berat.

Gejala flu yang paling banyak dilaporkan oleh penderita COVID-19 Delta yakni sakit kepala, sakit tenggorokan, pilek, dan demam.

Berdasarkan data dari ZOE Covid Symptom Study, anosmia atau kehilangan indra penciuman justru tidak banyak ditemukan sebagai gejala COVID-19 varian terbaru.

BACA JUGA:  Ini Alasan Banyak Pasien Positif COVID-19 Tak Punya Gejala

Batuk kering yang umumnya muncul sebagai ciri-ciri umum virus corona, juga jarang terjadi pada penderita varian Delta.

2. Tidak enak badan

Perasaan tidak enak badan merupakan gejala COVID-19 Delta yang banyak menyerang usia muda.

Profesor Epidemiologi Genetika di King’s College London, Tim Spector, menganjurkan untuk mengisolasi diri beberapa hari ke depan jika merasa tidak enak badan.

Ia pun menambahkan agar segera melakukan pengecekan di layanan kesehatan terdekat.

Karena penularan varian terbaru virus corona ini sangat cepat, orang yang sedang tidak enak badan juga dilarang melakukan pertemuan apapun agar tidak menimbulkan penularan secara masif.

3. Mual dan muntah

Masalah pencernaan seperti mual dan muntah juga akan dialami orang yang terinfeksi virus corona varian Delta.

BACA JUGA:  Peringatan Bagi Penyuka Minuman Bersoda, Potensi 10 Kali Lebih Kena Serangan Jantung

Gejala COVID-19 varian Delta ini ditemukan pada lebih dari 60 persen kasus di Inggris.

Mual dan muntah biasanya juga disertai dengan diare dan sakit perut yang cukup parah.

Itulah sebabnya, banyak pasien COVID-19 varian Delta yang dilarikan ke rumah sakit, karena butuh bantuan oksigen dan mengalami komplikasi.

4. Gangguan pendengaran

Ciri-ciri gejala COVID-19 varian Delta yang cukup khas yaitu terjadinya gangguan pendengaran.

Virus corona terbukti menyebabkan peradangan pada sistem saraf pusat, sehingga merusak pendengaran, hampir sama dengan kehilangan indra penciuman dan pengecapan.

Sebuah studi yang dipimpin oleh Profesor Colleen Le Prell dari University of Texas di AS, menunjukkan bahwa gangguan pendengaran yang terjadi berupa tinnitus.

Tinnitus adalah kondisi telinga berdenging seolah-olah mendengarkan suara-suara yang nyaring.

BACA JUGA:  Hati-hati! Varian Delta Sudah Menyebar di Kepri

5. Pembekuan darah (gangren)

Gejala COVID-19 varian baru juga bisa menyebabkan pembekuan atau penggumpalan darah.

Pasien COVID-19 yang terinfeksi virus corona varian Delta mengalami peningkatan jumlah trombosit.

Tingginya trombosit inilah yang mengganggu kerja sistem kardiovaskular, sehingga memicu gangren.

Gangren merupakan kondisi matinya jaringan tubuh akibat tidak mendapatkan suplai darah yang cukup.

Jika mengalami gangren, salah satu perawatan darurat yang harus dilakukan adalah amputasi untuk membuang jaringan yang mati.

Gejala COVID-19 ini diketahui lebih berpotensi menjangkiti penderita dengan penyakit penyerta (komorbid).

Itulah gejala COVID-19 varian Delta yang khas dan berbeda dari ciri-ciri virus corona pada umumnya. Pastikan selalu menerapkan protokol kesehatan ketat dan segera dapatkan vaksinasi untuk mengurangi keparahan gejala. (RM/INDOZONE)

Berita Terkait

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi
Tanpa Disadari, Ini Kebiasaan Tidak Sehat yang Sering Terjadi Saat Puasa
Sering Pusing saat Puasa? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
Memilih Olahraga yang Tepat Saat Berpuasa agar Tubuh Tetap Bugar

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:12 WIB

Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:07 WIB

Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?

Kamis, 5 Maret 2026 - 08:05 WIB

Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup

Selasa, 3 Maret 2026 - 03:42 WIB

Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terbaru

Presiden AS Donald Trump. Foto: Istimewa

Internasional

Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam

Sabtu, 16 Mei 2026 - 19:51 WIB