Singapura Hentikan Perhitungan Kasus COVID-19

- Admin

Kamis, 1 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Pexels/Kin Pastor)

(Pexels/Kin Pastor)

INIKEPRI.COM – Singapura mempunyai caranya tersendiri untuk menyikapi varian virus COVID-19. Usai menanggapinya hanya sebagai flu biasa, kini negara itu ingin hentikan penghitungan kasus COVID-19. Saat ini, negara-negara dari kawasan Asia-Pasifik sedang berjibaku menekan penularan varian COVID-19 varian Delta yang menjadi momok baru untuk masyarakat.

Hal itu berbeda dengan Singapura yang perlahan mempersiapkan skema kehidupan normal baru. Mengutip CNN, tiga anggota dari gugus tugas COVID-19 Singapura telah mengusulkan untuk hapus lockdown dan pelacakan kontak massal. Kemudian, mereka juga menyarankan agar perjalanan kembali bebas dilakukan tanpa adanya karantina serta memulai kembali pertemuan besar.

Baca Juga :  Malaysia - Singapura Buka Perbatasan 29 November 2021

Bahkan, mereka juga usulkan agar pemerintah berhenti untuk menghitung kasus COVID-19 setiap harinya. Saran-saran tersebut sangat jelas menyimpang dari standar yang dijalankan negara lain, termasuk dengan negara pusat bisnis Asia lainnya, Hong Kong. Hong Kong sendiri telah membuktikan negaranya berhasil mengendalikan COVID-19 dengan lakukan pengetatan. Tetapi, Singapura berpendapat bahwa hidup dengan COVID-19 bisa untuk dilakukan.

Baca Juga :  20 Perusahaan Singapura Tertarik Berinvestasi di IKN

“Kabar buruknya adalah COVID-19 mungkin tidak akan pernah hilang. Kabar baiknya adalah kemungkinan untuk bisa hidup normal dengannya di tengah-tengah kita,” kata Menteri Perdagangan Singapura Gan KIm Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong, dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung.

Baca Juga :  Kepala BP Batam : Investor Singapura Silahkan Ekspansi ke Batam

“Kita dapat mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak perlu mengancam, seperti influenza, penyakit pada tangan, kaki, dan mulut, atau cacar air, dan melanjutkan hidup kita,” ujarnya.

Singapura menilai langkah ini dapat menjadi solusi untuk mereka yang ingin kembali hidup normal, termasuk dengan bangkitkan bisnis wisata dan perjalanan. (RM/INDOZONE)

Berita Terkait

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026
Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja
Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza
Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi
Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam
Australia Larang Media Sosial untuk Remaja di Bawah 16 Tahun, Lebih dari Satu Juta Akun Ditutup
Ini Negara dengan Paspor Terkuat di ASEAN, Indonesia Urutan ke Berapa?
Banjir Bandang Melanda Malaysia, Lebih dari 18 Ribu Warga Dievakuasi dari Tujuh Negara Bagian
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 07:54 WIB

Tonggak Diplomasi: Indonesia Jadi Presiden Dewan HAM PBB Tahun 2026

Senin, 29 Desember 2025 - 10:32 WIB

Kemlu Pulangkan Sembilan WNI dari Kamboja

Jumat, 26 Desember 2025 - 09:09 WIB

Natal Perdana Paus Leo XIV, Serukan Perdamaian untuk Gaza

Jumat, 19 Desember 2025 - 17:07 WIB

Banjir Terjang Enam Negara Bagian Malaysia, Lebih dari 9.000 Warga Mengungsi

Sabtu, 13 Desember 2025 - 06:46 WIB

Badai Musim Dingin Rendam Tenda Pengungsi Gaza, Ribuan Keluarga Terancam

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB