Jumat, 30 Juli 2021
15 Jul 2021
(FOTO/IST)
Virus delta

INIKEPRI.COM – Virus Corona Varian Delta (B1617.2) asal India, kini telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengkategorikan virus jenis ini ke dalam ‘variant of concern (VoC)’.

Hal ini dikarenakan varian Delta memiliki tingkat penularan yang tinggi. Penyebabnya, virus ini telah memicu gelombang kedua COVID-19 di India, dan saat ini Indonesia tengah menghadapi varian Delta.

“Varian Delta tingkat transmisinya paling cepat lebih dari Alpha (B117). Penelitian di inggris menemukan kalau proses transmisinya 60 persen lebih cepat ketimbang varian Alpha. Gejalanya juga lebih berat dan 2,5 kali lebih banyak menyerang usia muda,” kata dr Riyadi Sutarto SpP dari RSUP Persahabatan, dalam siaran langsung di Instagram @radiokesehatan, dilansir dari DETIK, Kamis (15/7/2021)

Siapa saja yang paling berisiko terinfeksi varian Delta?

Berdasarkan data dari National Health Service (NHS), yang menganalisis 92.029 kasus varian Delta di Inggris dari awal Februari sampai pertengahan Juni 2021, ada beberapa kelompok tertentu yang paling berisiko terinfeksi varian ini, sebagai berikut.

  • Orang berusia di bawah 50 tahun
  • Orang yang belum divaksinasi COVID-19.

Data ini didapatkan setelah meninjau 92.029 kasus dengan 82.500 pasien di antaranya adalah mereka yang berusia di bawah 50 tahun. Kemudian 53.882 kasus lagi adalah orang-orang yang belum divaksinasi COVID-19.

Meski demikian, data menunjukkan 117 kematian warga Inggris yang terinfeksi varian Delta mayoritas berada di kelompok usia di atas 50 tahun.

Apa saja gejala varian Delta?

3 2 votes
Article Rating
Jangan Lewatkan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Batam

Populer

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x