Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

- Publisher

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Masih banyak anak di Indonesia yang terbiasa mengonsumsi susu kental manis sebagai minuman sehari-hari. Kebiasaan yang sudah terbentuk sejak usia dini itu sering kali diwariskan dalam keluarga sehingga sulit diubah, padahal kandungan gula yang tinggi berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan.

Dokter Spesialis Gizi Klinik RS Qolbu Insan Mulia Batang, dr. Osa Endiputra, M.Sc., Sp.G.K., AIFO-K, mengingatkan bahwa susu kental manis tidak dapat disamakan dengan susu yang berfungsi memenuhi kebutuhan gizi anak.

Menurutnya, kandungan gula dalam produk tersebut jauh lebih dominan dibandingkan zat gizi yang dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan.

“Susu kental manis itu bukan susu. Hati-hati, susu kental manis itu bukan susu, itu gula. Gula bentuknya cair kental,” ujar dr. Osa.

BACA JUGA:  Aturan Baru Pengendalian Zat Adiktif: Rokok Eceran dan Iklan Dibatasi

Ia menjelaskan, konsumsi minuman tinggi gula secara rutin dapat meningkatkan risiko kelebihan berat badan, obesitas, kerusakan gigi, hingga penyakit tidak menular ketika anak beranjak dewasa.

Selain itu, anak yang terbiasa mengonsumsi susu kental manis juga berisiko mengalami ketergantungan terhadap rasa manis sehingga lebih sulit menerima makanan atau minuman yang lebih sehat. Kebiasaan tersebut bahkan dapat memengaruhi nafsu makan anak.

Bukan pengganti susu

Pemerintah sebelumnya juga telah menegaskan bahwa susu kental manis bukanlah produk susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak.

Ketentuan tersebut diatur dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Nomor 20 Tahun 2021, yang menegaskan produk kental manis tidak boleh dipromosikan sebagai susu ataupun pengganti susu bagi anak.

BACA JUGA:  Baik atau Buruk Buat Tubuh Jika Sering Makan Telur?

Karena itu, orang tua diimbau tidak menjadikan susu kental manis sebagai minuman rutin untuk mendukung tumbuh kembang anak.

Ubah kebiasaan secara perlahan

Menurut dr. Osa, menghentikan kebiasaan anak mengonsumsi susu kental manis tidak perlu dilakukan secara mendadak. Perubahan yang terlalu drastis justru dapat membuat anak menolak.

Ia menyarankan orang tua mulai mengenalkan pilihan yang lebih sehat secara bertahap, seperti air putih, buah segar, atau camilan alami yang memiliki rasa manis.

“Ganti bertahap dengan misalnya air putih, pisang, buah potong, dan seterusnya. Intinya yang manis-manis coba kita kenalkan pengganti yang manis. Tapi pelan-pelan tentu saja,” jelasnya.

BACA JUGA:  Air Es Segar: Menyegarkan, Tapi Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Pendekatan bertahap tersebut dinilai lebih efektif dalam membentuk pola makan sehat sejak dini sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap makanan dan minuman tinggi gula.

Dr. Osa juga menekankan bahwa keberhasilan perubahan kebiasaan makan sangat bergantung pada konsistensi orang tua. Dengan memberikan contoh yang baik dan menyediakan pilihan makanan yang lebih sehat di rumah, anak akan lebih mudah beradaptasi tanpa merasa dipaksa.

Ia berharap orang tua semakin memahami bahwa pemenuhan gizi anak tidak hanya bergantung pada rasa yang disukai, tetapi juga pada kualitas nutrisi yang dikonsumsi setiap hari demi mendukung pertumbuhan yang optimal.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan
493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan
Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan
Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya
Batam Siaga Hantavirus, RSUD Embung Fatimah Disiapkan sebagai Rumah Sakit Rujukan
Kasus Muncul di Beberapa Negara, Benarkah Hantavirus Jadi Covid-19 Berikutnya?
Hanya 20–30 Menit Sehari, Jalan Kaki Bantu Tingkatkan Kualitas Hidup
Strategi Sehat Menjalani Diet Selama Ramadan Tanpa Mengganggu Energi

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 07:36 WIB

Rutin Konsumsi Madu Setiap Hari, Ini Manfaat dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:05 WIB

493 Kasus Flu Singapura, Batam Belum Terapkan Pembatasan Wisatawan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Dokter Gizi Ingatkan Susu Kental Manis Bukan Susu, Orang Tua Diminta Ubah Kebiasaan Anak Secara Bertahap

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:35 WIB

Catat! Ini 5 Jenis Operasi yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:54 WIB

Waspada Virus Hanta, Dokter Ungkap Gejala Awal hingga Cara Pencegahannya

Berita Terbaru