4.784 Pelajar SLTP dan SLTA se-Batam Divaksin

- Publisher

Jumat, 23 Juli 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(DOK. HUMAS KEPRI)

(DOK. HUMAS KEPRI)

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad meninjau proses vaksinasi bagi pelajar SLTP dan SLTA se-Kota Batam yang diselenggarakan oleh Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA) Kepri di Vihara Meitreya Monastery Batam Centre, Jumat (23/7).

Sedikitnya 4.784 siswa dan siswi berusia 12-17 tahun divaksin dalam kesempatan ini. Tujuannya adalah untuk mempercepat capaian vaksinasi yang sudah dicanangkan oleh pemerintah pusat bagi para pelajar, khususnya di Kepri.

Adapun pencanangan vaksinasi bagi pelajar atau remaja usia 12-17 tahun ini sudah dilakukan langsung oleh Gubernur di Kabupaten Natuna pada, 6 Juli 2021 lalu.

BACA JUGA:  Harlah ke-26, Amsakar Ajak Perpat Terus Bersinergi Membangun Batam

“Tujuan vaksinasi untuk membentuk imunitas kolektif. Kita sudah canangkan ini di Natuna. Waktu itu saya hadiri bersama Forkopimda,” kata Gubernur.

Atas nama Pemerintah Provinsi Kepri, dalam kesempatan ini Gubernur memberikan apresiasi kepada BINDA Kepri yang telah mengggelar vaksinasi untuk pelajar se-Kota Batam.

Vaksinasi Ini juga, lanjut Gubernur, merupakan upaya memutus mata rantai virus corona. Sekaligus untuk menjamin ke depan agar pandemi tidak menyebar di kalangan anak-anak. Sehingga bisa belajar tatap muka seperti sedia kala.

BACA JUGA:  Hadiri Pengurus HmI Cabang Batam, Amsakar Ungkap Potensi Anak Muda dalam Pembangunan

“Sudah lebih satu tahun kita adakan belajar secara daring, jujur ini tidak maksimal,” tegas Gubernur.

Gubernur berterima kasih kepada TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten/Kota serta seluruh stakeholder dan masyarakat yang sudah mensukseskan proses vaksinasi di Kepri.

“Alhamdulillah vaksinasi di Kepri dinilai baik. Kita ketiga terbaik setelah Bali dan DKI. Diluar Jawa dan Bali kita posisi pertama,” terang Gubernur.

Berdasarkan data, jumlah remaja di Kepri dengan batas usia 12-17 tahun sebanyak 205.663. Dan jumlah yang sudah di vaksin sebanyak 65.703 atau 31,64 persennya semenjak di canangkan di Natuna.

BACA JUGA:  Dugaan Penyelewengan Kekuasaan oleh BRIGHT PLN dalam Penentuan Listrik di Perumahan Kota Batam

Sedangkan khusus untuk kota Batam saja, jumlah remaja sasaran vaksin adalah 117.866 dengan capaian yang sudah di vaksin 28 persen.

“Ini akan kita gesa terus, dan kita secara intens menyurati pemerintah pusat untuk memenuhi dosis vaksin yang kita butuhkan. Kita beri pemahaman kepada pusat bahwa Kepri ini terdepan posisinya. Sehingga masyarakatnya harus diutamakan dalam mendapatkan imunitas tubuhnya dengan divaksin,” tutup Gubernur. (RWH)

Berita Terkait

Paparkan Potensi Strategis Batam, BP Batam Sambut Minat Investasi Bakrie Group
Kebakaran Saat Goro di Batuaji, Pemko Batam Ingatkan Larangan Membakar Sampah
Mantan Anggota DPRD Kepri Widiastadi Nugroho Meninggal Dunia, ‘Mas Iik’ Berpulang di Usia 59 Tahun
Hadiri Musda V Demokrat Kepri, Cen Sui Lan Tekankan Pentingnya Sinergi untuk Daerah Perbatasan
KABAR BAIK! Pertengahan Juni, Trans Batam Mulai Layani Rute ke Bandara Hang Nadim
Dana BGN Belum Cair, Program Makan Bergizi Gratis di Kepri Dihentikan Sementara
Dari Keterbatasan ke Harapan: Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia
BP Batam Terima Audiensi Pengurus PMII, Bahas Isu Strategis Pembangunan Batam

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:54 WIB

Paparkan Potensi Strategis Batam, BP Batam Sambut Minat Investasi Bakrie Group

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:11 WIB

Kebakaran Saat Goro di Batuaji, Pemko Batam Ingatkan Larangan Membakar Sampah

Selasa, 9 Juni 2026 - 08:00 WIB

Mantan Anggota DPRD Kepri Widiastadi Nugroho Meninggal Dunia, ‘Mas Iik’ Berpulang di Usia 59 Tahun

Senin, 8 Juni 2026 - 08:15 WIB

KABAR BAIK! Pertengahan Juni, Trans Batam Mulai Layani Rute ke Bandara Hang Nadim

Minggu, 7 Juni 2026 - 17:00 WIB

Dana BGN Belum Cair, Program Makan Bergizi Gratis di Kepri Dihentikan Sementara

Berita Terbaru