Gubernur Kepri Minta TNI AL Intensifkan Pengamanan Laut Natuna

- Admin

Jumat, 24 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto: Istimewa)

(Foto: Istimewa)

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meminta aparat TNI Angkatan Laut (AL) untuk mengintensifkan pengamanan di perairan Natuna.

Hal ini menyusul kapal-kapal perang asal China makin berani memasuki zona ekonomi ekslusif (ZEE) di pulau terluar tersebut.

“Pemerintah daerah hanya bisa menginformasikan ke TNI AL supaya pengamanan laut Natuna dapat lebih ditingkatkan,” kata Ansar Ahmad di Tanjungpinang, seperti dilansir dari ANTARA Kamis 23 September 2021.

Baca Juga :  Perangi Narkoba, Pemko Tanjungpinang Tambah Dua Kampung Bersinar

Namun demikian, Ansar tak menampik jika TNI AL mengalami keterbatasan armada dalam mengawal kedaulatan maritim Indonesia di perbatasan laut China Selatan tersebut.

Pihaknya tetap mengapresiasi kerja keras TNI AL sebagai garda terdepan menjaga laut Natuna dari ancaman pihak-pihak asing.

Ansar juga menyampaikan pentingnya identifikasi apakah kapal-kapal asing tersebut memang masuk ke koridor ZEE Natuna atau hanya berada di lintasan internasional.

“Jika tidak masuk ZEE Natuna, maka tak perlu dipersoalkan. Tapi kalau terbukti melanggar, harus ditegur dan peringatkan tegas,” sebut Ansar.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Serahkan SK Untuk 703 Orang PPPK Tenaga Guru

Poltisi Golkar itu berharap pemerintah pusat melalui kementerian terkait meningkatkan perhatian akan keselamatan dan keamanan nelayan Natuna saat turun melaut.

Bukan tanpa alasan, nelayan tempatan mengeluh ketakutan turun ke laut dengan adanya kapal perang China masuk ke wilayah tangkap mereka.

Tidak hanya itu, selama ini nelayan Natuna pun kerap berhadapan dengan kapal ikan asing (KIA) berbendera Vietnam yang melakukan aktivitas pencurian ikan di perairan tersebut.

Baca Juga :  DPRD Provinsi Kepri Sampaikan Panhir APBD Kepri 2025 Sekaligus Pengesahan Menjadi Perda

“Bahkan tak jarang nelayan lokal diusir oleh KIA Vietnam. Padahal itu di dalam wilayah tangkap kita,” ujar Ansar.

Lebih lanjut, Ansar turut mengimbau nelayan Natuna tidak perlu khawatir melaut, sebab TNI AL sudah menjamin keamanan serta keselamatan nelayan setempat.

“Aktivitas nelayan lokal diawasi TNI AL. Jadi jangan takut turun ke laut,” kata Ansar menegaskan. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam
BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal
Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026
BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat
Bersama HIMNI, Wali Kota Lis Hadiri Syukuran Natal dan Tahun Baru
291 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Tanjungpinang
Aplikasi Pantunesia Resmi Diluncurkan, Perkuat Pelestarian Pantun Melayu Berbasis Teknologi

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:25 WIB

Manajemen Talenta ASN Jadi Fondasi Reformasi Birokrasi Pemko Batam

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:24 WIB

BMKG Prakirakan Cuaca Tanjungpinang Relatif Stabil, Warga Tetap Diimbau Waspada Hujan Lokal

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:04 WIB

Wali Kota Lis Siapkan Program Pembenahan Pariwisata 2026

Minggu, 28 Desember 2025 - 10:00 WIB

BTN Kepri Moonrun 2025: Strategi Olahraga untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah

Rabu, 24 Desember 2025 - 08:06 WIB

Posyandu 6 SPM Mulai Diterapkan di Senggarang, Wali Kota Lis: Layanan Harus Lebih Dekat dan Tepat

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB