Pelajar di Kepri Jangan Euforia Meski Kasus Aktif Turun

- Publisher

Rabu, 27 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelajar memakai masker / Foto: Istimewa

Ilustrasi pelajar memakai masker / Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengingatkan pelajar dan guru tidak merasa euforia saat kasus aktif turun drastis karena dapat menghambat pelaksanaan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM).

Kepala Dinas Pendidikan Kepri Muhamad Dali, di Tanjungpinang, Selasa 26 Oktober 2021 mengatakan, guru dan pelajar, termasuk para orang tua sudah seharusnya bersyukur dan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan ketika kasus aktif COVID-19 tinggal 26 orang.

BACA JUGA:  Efek Pandemi COVID-19, 31 Siswa di Bintan Putus Sekolah

Secara umum, kata dia, pelaksanaan PTM terbatas untuk pelajar SMA/SMK sejak 1 Oktober 2021 sampai sekarang berjalan lancar. Namun, pelajar tetap harus senantiasa diingatkan agar tetap menggunakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.

“Guru dan para orang tua harus terus mengingatkan para pelajar untuk bersama-sama menerapkan protokol kesehatan agar tidak tertular COVID-19,” ucap Dali.

Menurut dia, pelaksanaan PTM tingkat SMA/SMK berjalan optimal. Para guru dan pelajar lebih mudah berinteraksi di dalam ruang kelas sekolah.

BACA JUGA:  Masa Tunggu Keberangkatan Haji di Provinsi Kepri Capai 22 Tahun

Sampai sekarang, kapasitas kelas dan jam belajar yang diberlakukan selama PTM masih 50 persen. Namun, ada sejumlah sekolah yang hanya menerapkan 30 persen jam belajar dan kapasitas kelas.

Dali menyarankan pihak sekolah yang menerapkan 30 persen jam belajar dan kapasitas kelas segera mengajukan penambahan jam belajar dan pelajar di ruang kelas hingga mencapai 50 persen.

BACA JUGA:  Bertambah Enam Kasus Konfirmasi Covid-19 di Kota Tanjungpinang

“Di Kepri ada 274 SMA dan SMK,” tuturnya.

Komunikasi secara langsung antara guru dan pelajar juga membangkitkan semangat belajar-mengajar di ruang kelas.

Selain itu, kata dia biaya yang dikeluarkan orang tua juga dapat diirit selama PTM karena tidak terlalu sering membeli pulsa dan paket internet.

“PTM lebih efektif, dibanding pembelajaran secara daring. Para pelajar sudah rindu belajar di sekolah,” katanya. (ET/ANTARA)

Berita Terkait

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat
Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan
1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak
Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu
156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang
22.174 Warga Tanjungpinang Terima 30 Kg Beras, Bantuan Pangan Tahap II Mulai Disalurkan
Kartu Bima Sakti Diluncurkan di HUT ke-81 RI, Pemko Tanjungpinang Perkuat Penyaluran Bansos Tepat Sasaran
Bukan Sekadar Lomba, Dua Siswi MIN Tanjungpinang Asah Kreativitas di Fun and Run 2026

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 13:27 WIB

AMSI Kepri dan LAM Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Program Adat hingga Layanan untuk Masyarakat

Senin, 31 Agustus 2026 - 12:17 WIB

Rumah Warga Roboh di Tanjung Unggat, Lis Darmansyah Turun Langsung Bawa Bantuan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 07:50 WIB

1.462 Warga Air Raja Terima Bantuan Beras Tiga Bulan, Lis Minta Warga Berani Laporkan Jika Rusak

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Ansar Gandeng BTN Percepat Kepemilikan Rumah bagi ASN, PPPK dan Tenaga Paruh Waktu

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:44 WIB

156 Regu Srikandi Meriahkan Gerak Jalan Proklamasi 8 Km di Tanjungpinang

Berita Terbaru