Bright PLN Batam Akan Ekspor Listrik ke Singapura

- Admin

Jumat, 29 Oktober 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: PLN Batam

Foto: PLN Batam

INIKEPRI.COM – Bright PLN Batam bakal mengeskpor listrik tenaga surya dari Indonesia ke Singapura. Hal itu menyusul adanya izin prinsip dari Energy Market Authority (EMA) Singapura.

Bright PLN Batam bersama PT Trisurya Mitra Bersama (Suryagen) dan perusahaan pengembang energi baru terbarukan Singapura, Sembcorp Industries (Sembcorp) telah meneken perjanjian pengembangan proyek penyimpanan energi dan tenaga surya terintegrasi skala besar di wilayah Batam, Bintan dan Karimun (BBK), Kepulauan Riau, Indonesia.

Berdasarkan siaran pers dikutip dari KOMPAS.COM, Kamis (28/10/2021), Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan daya sekitar 1GWp akan segera dibangun.

Baca Juga :  Lebih dari 6 Jam Listrik Padam, Warga Bengkong Keluhkan Layanan Bright PLN Batam

Selain itu PLTS tersebut juga didukung sistem penyimpanan energi baru terbarukan dalam skala besar yang akan di ekspor melalui kabel bawah laut ke Singapura.

“Hari ini, kami bright PLN Batam membuktikan keseriusan dalam mendorong transformasi EBT,” kata Direktur Utama Bright PLN Batam Nyoman S. Astawa, Rabu (27/10/2021).

Selain itu, Nyoman juga mengatakan bahwa proyek ini akan membawa banyak manfaat yaitu meningkatkan investasi di bidang EBT serta kesempatan peningkatan lapangan kerja dan industri terkait.

Baca Juga :  Natuna Minta di Pulau Laut Dibangun Armada Induk

Sementara itu, Group President & CEO Sembcorp Industries Wong Kim Yin mengatakan proyek ini merupakan contoh kuat dari kolaborasi regional yang diperlukan untuk meningkatkan ketahanan dan keberlanjutan energi.

“Bersama dengan mitra kami di Indonesia, bright PLN Batam dan Suryagen, kami membuat terobosan baru dengan berbersama-sama mengembangkan proyek energi baru terbarukan dalam skala besar untuk memajukan tujuan energi bersih,” ucap Wong Kim Yin.

Baca Juga :  GPR Gelar Aksi di Bright PLN Batam

Proyek tersebut diharapkan dapat menambah sekitar 1.000 lapangan perkerjaan di Indonesia dan Singapura selama tahap konstruksi. Selain itu, proyek tersebut juga diyakini dapat meningkatkan keterampilan para insinyur Indonesia untuk mengoperasikan proyek infrastruktur energi terbarukan skala besar.

Adapun penandatangan perjanjian pengembangan bersama dihadiri Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Arifin Tasrif, Menteri Tenaga Kerja atau Menteri Kedua Perdagangan dan Perindustrian Singapura, Duta Besar Indonesia untuk Singapura, dan Chief Executive EMA. (RM/KOMPAS)

Berita Terkait

Ranperda Lembaga Adat Melayu Dibahas di DPRD, Pemko Batam Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya
Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul

Berita Terkait

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:50 WIB

Ranperda Lembaga Adat Melayu Dibahas di DPRD, Pemko Batam Tegaskan Pentingnya Pelestarian Budaya

Rabu, 14 Januari 2026 - 07:50 WIB

Cek Jadwal Kapal PELNI Batam Januari–Februari 2026, Rute Belawan dan Tanjung Priok

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Berita Terbaru