Kolaborasi Kemenkes-BP Batam Kembangkan Layanan Kesehatan

- Publisher

Sabtu, 4 Juni 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolaborasi Kemenkes-BP Batam Kembangkan Layanan Kesehatan. Foto: Istimewa

Kolaborasi Kemenkes-BP Batam Kembangkan Layanan Kesehatan. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Kementerian Kesehatan RI menjalin kolaborasi bidang kesehatan dengan Badan Pengusaha (BP) Batam dalam rangka pengembangan sektor kesehatan.

“Data yang kita dapat hampir semuanya berobat ke Johor Malaka dan Singapura, kami di jajaran BP Batam berupaya mengembangkan RS yang lebih baik lagi, jadi masyarakat nantinya bisa berobat di sini,” kata Kepala Badan Pengusaha Batam Muhammad Rudi di Gedung BP Batam melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat 3 Juni 2022.

Batam sebagai wilayah strategis di jalur perdagangan internasional, kata Rudi, memiliki potensi yang sangat besar, bukan hanya sektor ekonomi namun juga kesehatan. Untuk itu, BP Batam membangun Kawasan Ekonomi Khusus Kesehatan Bertaraf Internasional di Sekupang.

BP Batam saat ini sedang menyusun pengembangan KEK Kesehatan Internasional yang diharapkan bisa menjaring potensi pasar kesehatan di Tanah Air.

Berdasarkan data BP Batam, dalam kurun waktu lima tahun terakhir jumlah warga Indonesia yang berobat keluar negeri meningkat. Mayoritas memilih berobat ke Malaysia dan Singapura karena faktor geografis, layanan maupun kepercayaan dirasa jauh lebih baik dibandingkan layanan kesehatan di Batam bahkan di Indonesia.

BACA JUGA:  Amsakar Achmad Undang Masyarakat Batam Buka Puasa Bersama di Rumah KDA

Rudi mengatakan situasi itu menyebabkan lebih dari Rp100 triliun potensi devisa negara terserap di luar negeri setiap tahunnya.

Di akhir tahun 2021, RS BP Batam telah mengembangkan lima layanan kesehatan sebagai bagian dari persiapan menuju terbentuknya KEK Kesehatan Internasional. Kelima layanan tersebut di antaranya prosedur penanganan untuk penyakit jantung, kanker payudara, saluran kemih dan kejiwaan.

Rudi berharap pengembangan layanan ini bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat Kepulauan Riau, khususnya Kota Batam, sehingga tidak perlu lagi melakukan pengobatan di luar negeri.

Kerja sama yang berlangsung hari ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha dan BP Batam yang diwakili Muhammad Rudi di Batam.

Rudi berharap penandatanganan kerja sama tersebut bisa meningkatkan sinergi kedua institusi untuk mengembangkan dan memperkuat sektor kesehatan di Kota Batam.

BACA JUGA:  Kuasa Hukum Wakabinda Kepri: Paschal Mangkir di Panggilan Pertama

“Terima masih kepada Kemenkes hari ini kita menandatangani kerja sama, kami harapkan bantuan dari Kemenkes agar RS Batam bisa menjadi rujukan untuk masyarakat di Sumatera terutama Kepulauan Riau,” kata Rudi.

Sekjen Kemenkes RI Kunta Wibawa mengatakan Kementerian Kesehatan menyambut baik rencana BP Batam dalam mengembangkan serta memperkuat sektor kesehatan di Kota Batam. Hal ini sejalan dengan komitmen Kemenkes dalam memperkuat ketahanan sistem kesehatan usai pandemi COVID-19.

“Saya sangat mendukung kepada BP Batam yang ingin memperkuat fasilitas rumah sakit, ini sangat inline dengan apa yang menjadi transformasi di Kemenkes. Kita juga ingin mendukung apa saja yang dibutuhkan BP Batam,” ujarnya.

Sekjen Kunta mengatakan Kementerian Kesehatan terus berupaya meningkatkan layanan kesehatan di seluruh rumah sakit di Indonesia dengan harapan semakin banyak rumah sakit yang memiliki layanan kesehatan unggulan dengan didukung alat kesehatan, teknologi dan SDM kesehatan yang mampu untuk melakukan diagnosis dan menggunakan teknologi yang canggih.

“Saat ini sudah banyak rumah sakit yang berbenah meningkatkan layanannya dengan mengembangkan layanan unggulan terutama layanan spesialis untuk empat penyakit dengan biaya dan dampak kematian tertinggi di Indonesia yakni jantung, kanker, ginjal dan stroke,” katanya.

BACA JUGA:  Amsakar dan Li Claudia Sambut Menteri Transmigrasi, Tinjau TPS dan Proyek Strategis

“Fasilitas layanan kesehatan untuk penyakit prioritas jumlahnya belum merata, masih banyak yang terkonsentrasi di kota-kota besar. Karenanya, melalui transformasi sistem kesehatan ini setiap provinsi kami dorong memiliki layanan kesehatan yang diutamakan pada layanan penyakit prioritas,“ kata Kunta menambahkan.

Dengan kekuatan jaringan rumah sakit di seluruh Indonesia, Kunta meyakini semakin banyak fasilitas pelayanan kesehatan yang mampu memberikan layanan kesehatan yang bagus dan canggih. Dengan demikian masyarakat Indonesia tidak perlu lagi berobat keluar negeri.

Mengakhiri sambutannya, Sekjen Kunta mendorong BP Batam dan RS BP Batam untuk terus berinovasi dalam rangka meningkatkan kualitas dan mutu layanan kesehatan di Kota Batam.

Melalui upaya yang dihasilkan, Kunta berharap akan semakin banyak program-program baru yang bermanfaat bagi pembangunan kesehatan di Tanah Air. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Retret Lemhannas Jadi Momentum, Ketua DPRD Batam Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan Strategis
Pelepasan 15 Calon Jamaah Haji Belakang Padang Berlangsung Khidmat
Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Batam Dorong Perempuan Kuasai Ruang Strategis
Batam Terapkan WFH Setiap Jumat, Amsakar: Kinerja dan Layanan Harus Tetap Optimal
Wali Kota Batam Dorong Penguatan Peran LAM dalam Ranperda
Kasus BBM Subsidi di SPBU Temiang, Sosok “Herman” Masih Tanda Tanya
Hotel Jamaah Haji Batam 2026 Ditentukan, Ibadah Diharapkan Lebih Khusyuk
Amsakar Hadiri Tablig Akbar PERMASA, Tekankan Harmoni di Kota Multikultural

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:55 WIB

Retret Lemhannas Jadi Momentum, Ketua DPRD Batam Siap Implementasikan Nilai Kepemimpinan Strategis

Selasa, 21 April 2026 - 12:23 WIB

Pelepasan 15 Calon Jamaah Haji Belakang Padang Berlangsung Khidmat

Selasa, 21 April 2026 - 11:52 WIB

Hari Kartini 2026, Ketua DPRD Batam Dorong Perempuan Kuasai Ruang Strategis

Senin, 20 April 2026 - 18:52 WIB

Wali Kota Batam Dorong Penguatan Peran LAM dalam Ranperda

Senin, 20 April 2026 - 08:40 WIB

Kasus BBM Subsidi di SPBU Temiang, Sosok “Herman” Masih Tanda Tanya

Berita Terbaru