Dari Natuna untuk Indonesia, 80 Ribu Bibit Kelapa Unggul Siap Kembangkan Perkebunan Nasional

- Publisher

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karantina Kepri memeriksa kelapa. Foto: INIKEPRI.COM

Karantina Kepri memeriksa kelapa. Foto: INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Potensi bibit kelapa unggul asal Kabupaten Natuna terus menunjukkan prospek yang menjanjikan. Dikenal memiliki daging buah tebal dan produktivitas tinggi, bibit kelapa dari daerah perbatasan itu kini semakin diminati pelaku usaha untuk mendukung pengembangan perkebunan kelapa di berbagai daerah.

Terbaru, sebanyak 80.000 butir bibit kelapa diberangkatkan dari Natuna menuju Lobam, Kabupaten Bintan, menggunakan kapal KLM Sukses Bersama 88. Sebelum dikirim, seluruh bibit menjalani pemeriksaan kesehatan oleh Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau (Karantina Kepri) melalui Satuan Pelayanan Natuna.

Kepala Karantina Kepri, Hasim, mengatakan pengiriman tersebut merupakan yang ketiga sepanjang tahun 2026. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan sesuai prosedur karantina guna memastikan bibit bebas dari organisme pengganggu tumbuhan.

BACA JUGA:  Pemkab Natuna Resmi Luncurkan Logo HUT ke-26 Tahun 2025: Usung Tema Identitas, Persaudaraan, dan Pembangunan Berkelanjutan

“Berdasarkan data aplikasi Best Trust, terdapat permohonan pengiriman sebanyak 80.000 butir bibit kelapa. Kami memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan sesuai prosedur agar bibit yang dikirim aman dan sehat,” ujar Hasim di Natuna, Selasa (4/8/2026).

Menurutnya, pemeriksaan dilakukan mengacu pada Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Petugas memastikan bibit terbebas dari Sexava nubila, organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) kategori A2 yang berpotensi menyebar ke wilayah lain.

Selain itu, pemeriksaan juga dilakukan untuk memastikan bibit bebas dari penyakit layu kelapa yang disebabkan oleh cendawan maupun bakteri. Hasilnya, seluruh bibit dinyatakan memenuhi persyaratan karantina dan layak untuk dilalulintaskan.

BACA JUGA:  8,3 Ton Ikan Bernilai Tinggi dari Natuna Dilepas ke Hong Kong Awal 2026

Hasim menjelaskan, bibit kelapa termasuk media pembawa berisiko tinggi karena merupakan tanaman tahunan. Proses pembibitan hingga siap tanam membutuhkan waktu sekitar sembilan hingga 12 bulan, sedangkan tanaman baru mulai menghasilkan buah setelah beberapa tahun.

“Dari bibit siap tanam hingga menghasilkan buah memerlukan waktu yang panjang. Karena itu kami mengawal setiap proses pengiriman agar bibit yang diterima di daerah tujuan dapat tumbuh dengan baik dan tidak membawa penyakit tanaman,” jelasnya.

Ia menilai meningkatnya permintaan bibit kelapa menjadi peluang ekonomi baru bagi masyarakat Natuna. Selama ini Natuna lebih dikenal sebagai daerah penghasil komoditas perikanan, namun usaha pembibitan kelapa kini mulai berkembang dan berpotensi menjadi sektor unggulan baru.

BACA JUGA:  Cen Sui Lan Tinjau Revitalisasi SMPN 2 Bunguran Selatan: “Anak-Anak Harus Sekolah dengan Nyaman!”

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, menegaskan bahwa karantina tidak hanya berperan melindungi sumber daya hayati Indonesia dari ancaman hama dan penyakit, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan ekspor nasional.

“Kami memastikan seluruh proses sertifikasi karantina berjalan cepat, transparan, akuntabel, dan bebas dari segala bentuk pungutan liar. Barantin siap menjadi mitra strategis bagi para eksportir untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia di tingkat global,” tegas Karding.

Saat ini, harga bibit kelapa jambul di Natuna berkisar Rp3.000 per butir. Tingginya permintaan diharapkan mampu mendorong berkembangnya sentra pembibitan di Natuna sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa nasional.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Usai Tembus Empat Besar MTQ Kepri, Bupati Natuna Tancap Gas Siapkan Kafilah Menuju 2028
Rakor GTRA 2026, Bupati Natuna Dorong Sinergi Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat
Bupati Cen Sui Lan Lepas Purna Tugas Kepala DLH Ferizaldy, Apresiasi Dedikasi untuk Natuna
Cen Sui Lan Perkuat Diplomasi Investasi di China, Natuna Bidik Hilirisasi Silika dan Kerja Sama Internasional
Pemkab Natuna Fleksibelkan WFH ASN, OPD Padat Aktivitas Diperbolehkan Tetap Bekerja dari Kantor
BRIN Bongkar Fakta Baru Natuna: Bukan Sekadar Perbatasan, Tapi Simpul Peradaban Maritim Asia Tenggara
Pemkab Natuna Pangkas Ribuan Penerima BPJS Gratis, Bantuan Kini Diprioritaskan untuk Warga Miskin
PLUT Natuna Perluas Perlindungan Sosial, Ratusan UMKM Dibidik Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Usai Tembus Empat Besar MTQ Kepri, Bupati Natuna Tancap Gas Siapkan Kafilah Menuju 2028

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Dari Natuna untuk Indonesia, 80 Ribu Bibit Kelapa Unggul Siap Kembangkan Perkebunan Nasional

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Rakor GTRA 2026, Bupati Natuna Dorong Sinergi Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:24 WIB

Cen Sui Lan Perkuat Diplomasi Investasi di China, Natuna Bidik Hilirisasi Silika dan Kerja Sama Internasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 12:03 WIB

Pemkab Natuna Fleksibelkan WFH ASN, OPD Padat Aktivitas Diperbolehkan Tetap Bekerja dari Kantor

Berita Terbaru