BI: Investasi dan Industri Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Inflasi Masih Jadi Tantangan

- Publisher

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INIKEPRI.COM – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau menilai perekonomian Kepri sepanjang 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya investasi, kuatnya sektor industri, serta bertambahnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (3/8/2026).

BACA JUGA:  Fenomena MJO Aktif, BMKG Prediksi Hujan Disertai Petir Melanda Kepri

“Kami melihat fundamental ekonomi Kepulauan Riau masih cukup kuat. Investasi terus meningkat dan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rony.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperkuat oleh seluruh pemangku kepentingan.

Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi Kepulauan Riau tercatat sebesar 4,24 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, namun masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional.

BACA JUGA:  Triwulan II 2023, Pertumbuhan Ekonomi Kepri Tumbuh 5,04 Persen

Menurut Rony, salah satu faktor yang memengaruhi tingginya inflasi di Kepri adalah meningkatnya permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan, terutama di pasar tradisional Kota Batam. Kondisi itu dipengaruhi tingginya kunjungan wisatawan mancanegara yang turut mendorong konsumsi.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan TPID terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis, seperti operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta program pengendalian inflasi lainnya.

“Kami berharap melalui penguatan sinergi TPID, pelaksanaan operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta berbagai program pengendalian inflasi lainnya, inflasi di Kepulauan Riau dapat terus menurun dan kembali berada pada sasaran nasional,” tutupnya.

BACA JUGA:  Ansar Kawal Langsung Usulan Jalan Inpres dan Proyek Strategis Kepri

Bank Indonesia optimistis, dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat serta kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau dapat terus terjaga sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

HUT ke-5 GARPU NasDem Kepri, Tegaskan Komitmen Bergerak Bersama Rakyat
Kabut Asap Belum Mereda, Pemkab Natuna Perpanjang Belajar dari Rumah hingga 23 September
PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS
Sidak Malam-Malam, Ombudsman Soroti Dugaan Pungli dan 321 WBP di Lapas Perempuan Batam
Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Agustus 2026: Arus Logistik Menguat, General Cargo Batu Ampar Tembus Target 102%
Bupati Cen Sui Lan Salurkan Bansos Rp1,2 Juta, Lansia Natuna Diingatkan Bijak Menggunakan Uang
Bupati Natuna Berharap Kebijakan Menkeu Baru Lebih Berpihak kepada Daerah
Unik! Dua Pasang Pengantin Akad Nikah di Atas Perahu LANTERA di Lingga

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 19:50 WIB

HUT ke-5 GARPU NasDem Kepri, Tegaskan Komitmen Bergerak Bersama Rakyat

Sabtu, 19 September 2026 - 12:14 WIB

Kabut Asap Belum Mereda, Pemkab Natuna Perpanjang Belajar dari Rumah hingga 23 September

Sabtu, 19 September 2026 - 11:21 WIB

PIKORI BP Batam Salurkan Bantuan Kemanusiaan Bencana NTT melalui BAZNAS

Sabtu, 19 September 2026 - 10:33 WIB

Sidak Malam-Malam, Ombudsman Soroti Dugaan Pungli dan 321 WBP di Lapas Perempuan Batam

Sabtu, 19 September 2026 - 09:43 WIB

Kinerja Pelabuhan Batam Tumbuh Solid hingga Agustus 2026: Arus Logistik Menguat, General Cargo Batu Ampar Tembus Target 102%

Berita Terbaru