BI: Investasi dan Industri Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Inflasi Masih Jadi Tantangan

- Publisher

Selasa, 4 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

INIKEPRI.COM – Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau menilai perekonomian Kepri sepanjang 2026 masih menunjukkan kinerja yang positif. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh meningkatnya investasi, kuatnya sektor industri, serta bertambahnya kunjungan wisatawan mancanegara.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, saat menghadiri High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepulauan Riau di Balairung Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepri, Dompak, Senin (3/8/2026).

BACA JUGA:  Selamat! Kontingen Kepri Sabet 7 Medali KSM Tingkat Nasional

“Kami melihat fundamental ekonomi Kepulauan Riau masih cukup kuat. Investasi terus meningkat dan sektor industri masih menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Rony.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus terus diperkuat oleh seluruh pemangku kepentingan.

Berdasarkan data terbaru, tingkat inflasi Kepulauan Riau tercatat sebesar 4,24 persen. Angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya, namun masih berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional.

BACA JUGA:  Triwulan Ketiga 2021 Ekonomi Kepri Tumbuh 2,97%

Menurut Rony, salah satu faktor yang memengaruhi tingginya inflasi di Kepri adalah meningkatnya permintaan terhadap sejumlah komoditas pangan, terutama di pasar tradisional Kota Batam. Kondisi itu dipengaruhi tingginya kunjungan wisatawan mancanegara yang turut mendorong konsumsi.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan TPID terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis, seperti operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta program pengendalian inflasi lainnya.

“Kami berharap melalui penguatan sinergi TPID, pelaksanaan operasi pasar, peningkatan produksi pangan lokal, serta berbagai program pengendalian inflasi lainnya, inflasi di Kepulauan Riau dapat terus menurun dan kembali berada pada sasaran nasional,” tutupnya.

BACA JUGA:  BMKG: Sebagian Besar Wilayah Kepri Berpotensi Hujan, Natuna Berstatus Warning

Bank Indonesia optimistis, dengan fundamental ekonomi yang tetap kuat serta kolaborasi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau dapat terus terjaga sekaligus meningkatkan daya saing daerah di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

Penulis : RBP

Editor : IZ

Berita Terkait

Usai Tembus Empat Besar MTQ Kepri, Bupati Natuna Tancap Gas Siapkan Kafilah Menuju 2028
Dari Natuna untuk Indonesia, 80 Ribu Bibit Kelapa Unggul Siap Kembangkan Perkebunan Nasional
Rakor GTRA 2026, Bupati Natuna Dorong Sinergi Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat
Viral! Aniaya Kakak yang Berprofesi Driver Ojol, Pria di Karimun Akhirnya Ditangkap Polisi
Bupati Cen Sui Lan Lepas Purna Tugas Kepala DLH Ferizaldy, Apresiasi Dedikasi untuk Natuna
Amsakar Optimistis Ekonomi Batam Tumbuh hingga 7,4 Persen, Pendapatan Daerah Diproyeksi Tembus Rp4,25 Triliun
Lautan Manusia Warnai Kepri Bersholawat 3, Malam Cinta Rasul Cinta Negeri Penuh Kekhusyukan
100 Santri TPQ Ikuti Tabligh Akbar “Kundur Menghafal Al-Qur’an”

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Usai Tembus Empat Besar MTQ Kepri, Bupati Natuna Tancap Gas Siapkan Kafilah Menuju 2028

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Dari Natuna untuk Indonesia, 80 Ribu Bibit Kelapa Unggul Siap Kembangkan Perkebunan Nasional

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Rakor GTRA 2026, Bupati Natuna Dorong Sinergi Reforma Agraria untuk Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 4 Agustus 2026 - 11:00 WIB

Viral! Aniaya Kakak yang Berprofesi Driver Ojol, Pria di Karimun Akhirnya Ditangkap Polisi

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:13 WIB

BI: Investasi dan Industri Jaga Pertumbuhan Ekonomi Kepri, Inflasi Masih Jadi Tantangan

Berita Terbaru