Duh, Ratusan Sapi di Batam Diduga Mengidap PMK

- Publisher

Jumat, 1 Juli 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Ilustrasi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam mengatakan setidaknya ada sekitar 202 hewan ternak sapi di Batam, Kepulauan Riau, diduga mengidap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) karena menimbulkan gejala klinis.

“Sapi yang masuk ke Batam dari Lampung Tengah itu yang pertama ada 319, yang kedua 494 sapi. Kemudian yang suspek PMK ada 202 sapi sampai saat ini,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Batam Mardanis dilansir dari ANTARA, Kamis (30/6).

BACA JUGA:  Buruh FSPMI Kota Batam Gelar Aksi Damai, Sampaikan 9 Tuntutan ke Pemko

Untuk sapi yang diduga terkena PMK itu, sebut Mardanis, sudah diambil sampel dan kemudian dikirim ke laboratorium di Bukittinggi Sumatera Barat.

Namun sebelum ada temuan dugaan tersebut, Mardanis mengungkapkan bahwa ada satu sapi dari pengiriman kedua yang ada di tempat karantina sementara harus dipotong paksa.

BACA JUGA:

Batam Butuh 2.000 Hewan Ternak untuk Cukupi Pasokan Jelang Idul Adha

Daftar Harga Hewan Kurban dari Kambing hingga Sapi di Kandang Berkah Batam

BACA JUGA:  Seluruh Pimpinan OPD Bergantian Awasi Penanganan Pasien COVID-19 di Asrama Haji

“Kami melihat ada gejala klinis yang berat, lalu kami ambil sampel liurnya setelah itu kami potong paksa dengan berita acara dari karantina. Sapi yang dipotong tidak konsumsi, itu kami kuburkan,” ungkapnya.

Untuk sementara ini kata Mardanis, antisipasi yang dilakukan pihaknya seperti memisahkan sapi-sapi dari pengiriman kedua ke tempat yang aman dan tidak boleh menyebarkan terlebih dahulu ke tempat-tempat pemotongan.

“Itu sama sekali tidak boleh keluar sampai sehari menjelang lebaran Idul Adha,” tegas Mardanis.

BACA JUGA:  Jelang Harlah Gerindra ke-18, Aweng Kurniawan Sapa dan Bagikan Sembako ke Petugas Kebersihan di Sekupang

Untuk pengiriman hewan ternak sapi dari Lampung Tengah, Mardanis mengatakan bahwa tidak ada permasalahan karena sampai saat ini daerah tersebut masih berada dalam zona hijau.

BACA JUGA:

Perputaran Ekonomi dari Aktivitas Kurban di Batam Capai Rp120 Miliar

“Yang penting surat-surat dari karantinanya lengkap, baik itu surat kesehatan dan surat sudah di karantina selama 14 hari,” katanya. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional
Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan
Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik
Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil
GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya
VIRAL! Tiga Anak di Bengkong Belum Sekolah, Amsakar Langsung Turun Tangan
PLN Batam Buka Akses Informasi Kompensasi Pascagangguan Listrik, Pelanggan Bisa Cek Lewat Aplikasi
Amsakar Instruksikan Percepatan Serapan Anggaran Pemko dan BP Batam, Soroti Air Bersih hingga Sampah
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:21 WIB

Menteri Pangan dan Kepala BP Batam Dorong Kompetensi Jurnalis, Ajak Pers Kawal Kemajuan Daerah dan Agenda Pembangunan Nasional

Kamis, 5 November 2026 - 12:44 WIB

Li Claudia Tinjau Kesiapan 512 Titik PJU dan Serah Terima ROW 30 Melcem, BP Batam Perkuat Infrastruktur Jalan

Kamis, 5 November 2026 - 12:22 WIB

Pansus DPRD Batam Mulai Bahas Revisi Perda Ketertiban Umum, Anwar Anas Buka Ruang Aspirasi Publik

Kamis, 5 November 2026 - 10:25 WIB

Dukung Kebutuhan Data Centre, Citramas Group Investasi Rp 600 Miliar Bangun SWRO Kabil

Rabu, 4 November 2026 - 10:30 WIB

GPK Kepri Desak Prabowo Evaluasi Mardiono sebagai Utusan Khusus Presiden, Ini Alasannya

Berita Terbaru