Tak Sesuai RAP, Wabup Lingga Hentikan Pekerjaan Semenisasi dan Minta Dibongkar

- Publisher

Jumat, 9 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Bupati Kabupaten Lingga, Neko Wesha Pawelloy menemukan pengerjaan proyek yang tidak sesuai data Rincian Anggaran Pelaksana (RAP) pada
proyek pembangunan jalan semenisasi RW 10 (Lapangan Bakti) Kelurahan Dabo (1 PKT). Foto: Istimewa

Wakil Bupati Kabupaten Lingga, Neko Wesha Pawelloy menemukan pengerjaan proyek yang tidak sesuai data Rincian Anggaran Pelaksana (RAP) pada proyek pembangunan jalan semenisasi RW 10 (Lapangan Bakti) Kelurahan Dabo (1 PKT). Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Wakil Bupati Kabupaten Lingga, Neko Wesha Pawelloy menemukan pengerjaan proyek yang tidak sesuai data Rincian Anggaran Pelaksana (RAP) pada proyek pembangunan jalan semenisasi RW 10 (Lapangan Bakti) Kelurahan Dabo (1 PKT).

Neko yang turun langsung ke lokasi pekerjaan di Jl. Lapang Bakti, RW 10, Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pada Kamis (8/9/2022) mempertanyakan kepada kontraktor terkait rincian anggaran pelaksana.

BACA JUGA:

Neko Puji Keberhasilan Ansar dalam Melakukan Pemerataan Pembangunan di Kepri

“Ini kenapa tidak pakai kawat ikat penyambung besi? Dan kenapa tidak ada batu tahu beton untuk menahan besi agar tidak jejak ke tanah,” tanya dia ke kontraktor.

Pekerjaan tersebut, kata Neko, seharusnya sesuai dengan rincian anggaran pelaksana (RAP).

BACA JUGA:  Siswa MTs Negeri Lingga Siap Taklukan Olimpiade Bahasa Arab 8 dengan Latihan Intensif

BACA JUGA:

Neko: 120 Ribu Lebih Nelayan di Kepri Butuh Kepastian BBM Bersubsidi

“Ini tidak bisa dibiarkan, ini kan sudah ada aturan pengerjaannya di dalam RAP ini bahwa pekerjaan ini ada menggunakan kawat ikat dan tahu beton namun kenyataannya tidak ada, ini tidak layak dan sudah menyalahi aturan,” tegas dia.

Dengan temuan ini, Neko meminta pengerjaan tersebut untuk diberhentikan sementara waktu dan segera dibongkar pengerjaan yang sudah dikerjakan karena sudah tak sesuai sejak awal.

Pengawasan ini, lanjut Neko, dilaksanakan guna bertujuan agar setiap pelaksanaan ataupun proyek dilakukan sesuai RAP.

BACA JUGA:

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan DPP KNPI Bangun Sinergi Bersama Dirjen PSDKP KKP RI

BACA JUGA:  Rangkaian Waisak Penuh Berkah, 100 Paket Sembako Dibagi di Jagoh - Lingga

“Saya bekerja memakai kacamata kuda, sesuai dengan prosedur dan regulasi, untuk memberikan yang terbaik agar pekerjaan ini berjalan dengan baik dan hasilnya juga baik. Ini untuk kepentingan seluruh masyarakat, bukan main-main, kalau pekerjaannya seperti ini, nantinya jalan ini tidak bertahan lama, sebentar sudah retak lagi, karena besi jejak ke bawah langsung, dan ini sudah menjadi tugas saya sebagai wakil bupati untuk melakukan pengawasan,” ungkap dia.

Neko kemudian menjelaskan terkait fungsi kawat pengikat dan tahu beton yang sangat vital dalam pekerjaan ini.

Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy turun langsung ke lokasi pekerjaan di Jl. Lapang Bakti, RW 10, Dabo Singkep, Kecamatan Singkep, Kabupaten Lingga, pada Kamis (8/9/2022).

“Kawat pengikat dan tahu beton itu fungsinya sangat vital yaitu sebagai pengikat rangka besi bertujuan untuk memperkuat dan memperkokoh bangunan sehingga terhindarnya dari resiko berbahaya, pengunci sudut-sudut rangka besi balok untuk menahan dan memperkuatnya agar jalan ini tidak mudah rusak nantinya, kemudian untuk tahu beton berfungsi menjaga agar tulangan suatu konstruksi terletak sesuai dengan aturan syarat penulangan, dengan demikian, maka kekuatan akan maksimal dan tulangan terlindungi dari korosi ataupun karat,” jelas Neko.

BACA JUGA:  Neko: 120 Ribu Lebih Nelayan di Kepri Butuh Kepastian BBM Bersubsidi

Namun kenyataannya, kata Neko, yang ditemukan di lapangan hal itu tidak sesuai dan tidak digunakan padahal sudah ada di dalam RAP.

Sementara itu, pihak pengawas Pekerjaan Umum (PU) dan Konsultan CV. Bintang Fajar mengakui kesalahan tersebut.

“Benar kami tidak menggunakannya,” jawab salah seorang dari mereka. (MIZ)

Berita Terkait

Picu Tanda Tanya: Baru 5 Bulan Dibangun, Dermaga Apung Senilai Rp704 Juta di Tanjung Buton-Lingga Tiba-Tiba Ambruk
Pemkab Lingga Prioritaskan THR ASN Lewat Kerja Sama dengan BRK Syariah
Police Go To School di Lingga, Polisi Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara
Cegah Karhutla, Polres Lingga Gencarkan Edukasi Lewat Spanduk Imbauan
Operasi Ketupat Seligi 2026, Polres Lingga Jamin Keamanan Penumpang di Pelabuhan Jagoh
Pesantren Ramadan di MTs Aqidatunnajin Berbuah Enam Kali Khatam Al-Qur’an
Safari Ramadan PMKL Lingga, Salurkan Sembako untuk Warga Kampung Semalir
MIN Lingga Utus Enam Siswa Ikuti Ramadan Fest di Ponpes Tahfizh Baitul Quran

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 06:37 WIB

Picu Tanda Tanya: Baru 5 Bulan Dibangun, Dermaga Apung Senilai Rp704 Juta di Tanjung Buton-Lingga Tiba-Tiba Ambruk

Senin, 20 April 2026 - 13:34 WIB

Pemkab Lingga Prioritaskan THR ASN Lewat Kerja Sama dengan BRK Syariah

Kamis, 9 April 2026 - 12:46 WIB

Police Go To School di Lingga, Polisi Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara

Jumat, 3 April 2026 - 07:59 WIB

Cegah Karhutla, Polres Lingga Gencarkan Edukasi Lewat Spanduk Imbauan

Selasa, 24 Maret 2026 - 08:39 WIB

Operasi Ketupat Seligi 2026, Polres Lingga Jamin Keamanan Penumpang di Pelabuhan Jagoh

Berita Terbaru