Neko: 120 Ribu Lebih Nelayan di Kepri Butuh Kepastian BBM Bersubsidi

- Publisher

Kamis, 4 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil bupati Kabupaten Lingga dan juga ketua DPP KNPI Bidang Kelautan dan Perikanan Neko Wesha Pawelloy saat berkunjung ke Puslat Brimob di Bogor. Foto: Istimewa

Wakil bupati Kabupaten Lingga dan juga ketua DPP KNPI Bidang Kelautan dan Perikanan Neko Wesha Pawelloy saat berkunjung ke Puslat Brimob di Bogor. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Ketua DPP KNPI bidang kelautan dan perikanan Neko Wesha Pawelloy mengungkapkan bahwa di Kepulauan Riau saat ini ada 120 ribu lebih nelayan berdasarkan data BPS, yang sangat membutuhkan kepastian BBM Bersubsidi yang tak kunjung selesai hingga saat ini.

“Tentu BBM Bersubsidi masih menjadi persoalan klasik yang tidak selesai hingga saat ini, dan membutuhkan perhatian kita bersama, khususnya pemerintah pusat dan daerah karena dampaknya begitu luas bagi nelayan, khususnya di Kepulauan Riau kurang lebih ada seratus ribu nelayan yang menjadi korban,” ujarnya di sela kunjungannya ke Puslat Brimob di Bogor, Rabu (3/8).

BACA JUGA:  Soal Penunjukan dan Pelantikan OPD di Lingga, Wabup Neko: Saya Tidak Dilibatkan

BACA JUGA:

3 Tokoh Pemuda Kepri Duduki Jabatan Strategis di DPP KNPI

Menurut Neko yang juga menjabat sebagai wakil bupati Kabupaten Lingga ini mengatakan, revisi Peraturan Presiden (Perpres) 191 tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak, harus benar-benar mampu menjadi solusi kelangkaan BBM bersubsidi saat ini, khususnya BBM jenis Pertalite dan Solar yang harus benar-benar berpihak kepada nelayan.

BACA JUGA:  Awasi Kinerja OPD, Wabup Lingga Akan Libatkan Penegak Hukum, Media dan LSM

BACA JUGA:

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan DPP KNPI Bangun Sinergi Bersama Dirjen PSDKP KKP RI

“Sampai hari ini Perpres tersebut masih dalam tahap revisi, kita berharap beleid dalam revisi tersebut benar-benar tegas dalam pengaturan distribusi BBM bersubsidi ini, agar tepat sasaran, agar pengawasannya nanti dilakukan secara transparan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Satpolairud Polres Lingga Tunjukkan Kepedulian Kemanusiaan, Evakuasi Warga Sakit di Pelabuhan Jagoh

Selain itu Neko Wesha Pawelloy turut mendorong pemerintah untuk melakukan terobosan pemanfaatan Teknologi bagi nelayan, khususnya transportasi listrik.

BACA JUGA:

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan DPP KNPI Sambut Kedatangan Dirjen PSDKP di Batam

“Kemarin kita pernah melihat kapal nelayan dengan teknologi baterai litihium terkini, yang dikembangkan oleh pihak swasta, ini perlu kajian mendalam dan didukung agar nelayan kita tidak lagi ketergantungan dengan solar, dan lebih ramah lingkungan,” ujarnya. (MIZ)

Berita Terkait

Siswa SMAN 1 Lingga Tembus Final Olimpiade Siswa Buddhis Nasional 2026
Dari Daik ke OMI Provinsi, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Bawa Harapan Madrasah
Unik! Dua Pasang Pengantin Akad Nikah di Atas Perahu LANTERA di Lingga
Toreh Prestasi di OMI 2026, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Wakili Lingga ke Tingkat Provinsi
Karhutla Lingga Meluas 12 Hektare, Lahan Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala
Dari Matematika hingga IPS, 9 Murid MTsN Lingga Unjuk Kemampuan di OMI 2026
10 Siswa MTs Aqidatunnajin Daik Terima Beasiswa BAZNAS Lingga
Semarak HUT ke-81 RI, MTsN Lingga Gelar E-Sport Football Cup Antar Kelas

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 07:00 WIB

Siswa SMAN 1 Lingga Tembus Final Olimpiade Siswa Buddhis Nasional 2026

Selasa, 6 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Dari Daik ke OMI Provinsi, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Bawa Harapan Madrasah

Kamis, 17 September 2026 - 11:10 WIB

Unik! Dua Pasang Pengantin Akad Nikah di Atas Perahu LANTERA di Lingga

Senin, 14 September 2026 - 08:58 WIB

Toreh Prestasi di OMI 2026, Empat Siswa MTs Aqidatunnajin Wakili Lingga ke Tingkat Provinsi

Minggu, 13 September 2026 - 15:36 WIB

Karhutla Lingga Meluas 12 Hektare, Lahan Gambut dan Angin Kencang Jadi Kendala

Berita Terbaru