INIKEPRI.COM – DPD KNPI Kota Batam menggelar Rapat Kepengurusan periode 2022-2025 di Golden View Hotel, Batam, Minggu, 17 Oktober 2022 malam.
Ketua DPD KNPI Kota Batam Hazarin Firda mengatakan, agenda ini merapatkan barisan untuk mempersiapkan pengukuhan kepengurusan yang direncanakan pada November 2022 mendatang.
“Kita sudah melakukan rapat formatur dan menyusun nama-nama pengurus. Ada perubahan dalam kepengurusan kami, dan kami masukan nama kawan-kawan yang benar-benar aktif bukan hanya sekedar letakan nama saja,” kata Alin, sapaan akrabnya.
BACA JUGA :
Melayu Raya dan KNPI Batam Bagikan 420 Paket Beras di Tanjunguma
Ia berpesan kepada semua pengurus yang masuk kedalam struktural organisasi DPD KNPI Kota Batam yang ia pimpin, harus jadi petarung. Karena, ia tidak mau ketergantungan dengan pemerintah, terutama dalam hal anggaran.
“Kita ini orang-orang yang merdeka, tidak ada kepentingan apapun disini. Sesuai dengan tagline kita, Semangat Baru,” tegasnya.
Alin akan membuat perubahan di tubuh KNPI yang ia pimpin. Jika selama ini organisasi Kepemudaan mengharapkan anggaran dari pemerintah, ia akan melakukan pengembangan untuk UMKM.
“Nanti kantor sekretariat KNPI kita yang ada di ruko Pasir Putih, Batam Centre. Cita-cita saya buka food street disana. Saya mengajak teman-teman agar gabung buka usaha di kantor kita. Kalau tidak ada halangan, awal tahun sudah terwujud,” ucapnya.

Sementara Ketua MPI DPD KNPI Kota Batam, Ilham mengharapkan semua pengurus OKP yang ada didalam KNPI Kota Batam harus bangun solidaritas.
“Ketua (Alin) tidak bisa jalankan KNPI kalau teman-teman tidak solid. KNPI merupakan wadah atau laboratorium nya kepemimpinan,” ucapnya.
Saat bergabung dengan KNPI sambung Ilham, disinilah mengimplementasikannya. Tidak perlu ada yang ditakuti, tetaplah pegang prinsip idealisme.
BACA JUGA :
Hazarin Firda Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua KNPI Batam
“Kita jangan takut pada siapapun, selama ini kita di OKP, di KNPI lah kita implementasikan, jadilah agen perubahan, jangan takut untuk bersuara yang benar dan jangan juga lelah, sebagai pemuda kita wajib menyuarakan kebenaran,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua DPD KNPI Provinsi Kepri, Endang Dwi Socowati menjelaskan secara gamblang sejarah KNPI yang berdiri sejak 23 Juli 1973 silam.
Dalam pemaparan tersebut, Dewi sapaan akrabnya ingin memberitahukan apa yang terjadi saat ini dengan dualisme kepemimpinan KNPI di Provinsi Kepri.
“Awalnya KNPI merupakan gabungan dari organisasi mahasiswa di Cipayung. Kenapa disebut Cipayung ? Karena tempatnya sering dijadikan tempat duduk organisasi besar kemahasiswaan pada masa orde baru itu. Dalam kisah kepemudaan KNPI banyak memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara yang disebut-sebut sebagai bagian dari orde baru tetapi KNPI tetap bertahan hingga tahun 1998″, kata Dewi.
Selain itu juga, di masa tumbangnya Presiden Soeharto KNPI memutuskan untuk berjalan secara independen dan kembali memposisikan Pemuda sebagai bintang Mitra kritis dan mitra strategis pemerintah dengan menghimpun organisasi-organisasi Pemuda.
“Jadi konsep awalnya KNPI dulu itu adalah organisasi kemahasiswaan namun dengan berjalannya waktu tidak lagi menjadi bagian dari rezim yang orde baru. Maka berjalan secara independen kemudian mengumpulkan seluruh organisasi pemuda baik yang dari ormas maupun organisasi pemuda dan partai politik memiliki peran penting dalam mencetuskan ide-ide pembaharuan yang didasari pada pilihan sanksi dan idealisme KNPI yang terus berupaya untuk kritis dinamis rasional, menegakkan demokrasi di Indonesia,” ucapnya.
“Apapun ceritanya, KNPI adalah produk politik yang akan menghasilkan kader-kader politik, karena satu-satunya alat demokrasi di Indonesia ini adalah partai politik. Jadi saya sangat berharap suatu hari adik-adik menjadi salah satu calon-calon pemimpin bangsa atau wakil-wakil rakyat di kota Batam”, tambahnya. (RBP)

















