Warga Arab Saudi Rayakan Halloween untuk Pertama Kali

- Publisher

Senin, 31 Oktober 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Arab Saudi merayakan pesta Halloween yang dinamai Event Scary Weekend atau Pekan Menyeramkan. Digelar selama dua hari pada 27-28 Oktober di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Foto: Istimewa

Warga Arab Saudi merayakan pesta Halloween yang dinamai Event Scary Weekend atau Pekan Menyeramkan. Digelar selama dua hari pada 27-28 Oktober di Riyadh, ibu kota Arab Saudi. Foto: Istimewa

INIKEPRI.COM – Untuk pertama kalinya, warga Arab Saudi bisa ikut merayakan Halloween. Arab Saudi kini semakin liberal.

Tradisi kebarat-baratan ini tidak lagi dilarang oleh pemerintah yang terkenal menjunjung tinggi adab ketimuran ini.

Warga Arab Saudi pun bebas merayakan pesta Halloween yang dinamai Event Scary Weekend atau Pekan Menyeramkan. Digelar selama dua hari pada 27-28 Oktober di Riyadh, ibu kota Arab Saudi.

BACA JUGA:  Mulai 9 Agustus Arab Saudi Buka Pendaftaran Umrah untuk Jamaah Luar Negeri

Para peserta yang mengenakan kostum menyeramkan diberi tiket masuk secara gratis ke Boulevard Riyadh. Acara itu didedikasikan untuk menampilkan penyamaran menyeramkan sekaligus memamerkan desain kreatif warga Arab Saudi.

BACA JUGA:  Wanita Arab Saudi Melahirkan 10 Bayi Kembar Secara Alami

BACA JUGA :

Pangeran Arab Saudi Diam-Diam Punya Lukisan Yesus Seharga Rp 6,9 T

Salah satu partygoer atau pengunjung pesta Halloween itu ialah Abdulrahman. Dia mengenakan kostum Wendigo, sosok roh jahat dalam mitologi Amerika Utara.

Scary Weekend tersebut merupakan momen pertama bagi Abdulrahman untuk merayakan Halloween.

BACA JUGA:  Wow, Tingkat Kesembuhan Covid-19 di Arab Saudi Nyaris 96 Persen

“Sejujurnya, inilah perayaan besar, ada semangat kegembiraan,” ujarnya.

BACA JUGA :

Arab Saudi Gelar Pesta Kostum Macam Halloween, Pertanda Kiamat?

Memang Abdulrahman tak memusingkan soal syariat. “Dalam hal haram atau halal, saya tidak tahu tentang itu,” tuturnya. (DI/JPNN)

Berita Terkait

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar
Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan
Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler
Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030
Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel
Membanggakan! Alumni MA Bustanul Ulum Midai Raih Prestasi Gemilang di Kejuaraan Silat Internasional
Trump Sesumbar Bisa Ratakan Iran Hanya dalam 48 Jam
Suhu Ekstrem Meningkat: 56 Kasus dan 2 Korban Jiwa di Malaysia Akibat Heat Stroke

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:15 WIB

Peternakan Kecoa Ilegal Digerebek di Australia: Lebih dari 100 Ribu Ekor Disita, Nilainya Tembus Rp2,5 Miliar

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:35 WIB

Imigrasi Kepri Perkuat Sinergi dengan ICA Singapura, Bahas Pengawasan Perbatasan hingga Laga Persahabatan

Senin, 25 Mei 2026 - 15:47 WIB

Di Makkah, Amsakar Jumpa Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak dan Puji Layanan Haji Reguler

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:41 WIB

Arab Saudi Setop Pembangunan The Mukaab, Proyek ‘Ka’bah Baru’ Vision 2030

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:19 WIB

Relawan Kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 Asal RI Bebas dari Penahanan Israel

Berita Terbaru