Pers Harus Siap Hadapi Tantangan Era Disrupsi Digital

- Publisher

Kamis, 9 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, mengingatkan pers, jurnalis dan media untuk bersiap menghadapi tiga tantangan di era disrupsi digital, yakni kecepatan mentransmisikan konten digital sesuai ekspektasi audien, penyebaran disinformasi, misinformasi dan malinformasi yang makin marak di era digital, dan pergeseran sumber pemberitaan yang diakses oleh masyarakat. Foto: YouTube

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, mengingatkan pers, jurnalis dan media untuk bersiap menghadapi tiga tantangan di era disrupsi digital, yakni kecepatan mentransmisikan konten digital sesuai ekspektasi audien, penyebaran disinformasi, misinformasi dan malinformasi yang makin marak di era digital, dan pergeseran sumber pemberitaan yang diakses oleh masyarakat. Foto: YouTube

INIKEPRI.COM – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G Plate, mengingatkan pers, jurnalis dan media untuk bersiap menghadapi tiga tantangan di era disrupsi digital, yakni kecepatan mentransmisikan konten digital sesuai ekspektasi audien, penyebaran disinformasi, misinformasi dan malinformasi yang makin marak di era digital, dan pergeseran sumber pemberitaan yang diakses oleh masyarakat.

“Pers jurnalisme dan media patut bersiap dalam menghadapi berbagai tantangan, terlebih di era disrupsi digital saat ini sebagai mana yang disampaikan oleh Ketua Dewan Pers,” kata Menkominfo dalam Konvensi Nasional Media Masa “Peluang Pers di Tahun Yang Menantang” yang digelar Dewan Pers dalam rangka Hari Pers Nasional (HPN) 2023 dari Meda, Provinsi Sumatra Utara pada Rabu (8/2/2023).

BACA JUGA:  Kendalikan IMEI dengan Baik, Menkominfo Apresiasi Kepala Bea Cukai Batam

Pada tantangan pertama, Menkominfo mengutip Reuters Institute yang mengatakan, dalam beberapa tahun yang akan datang, industri media tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat pers mengadopsi teknologi digital, namun seberapa cepat pers dapat mentransmisikan konten digital yang memenuhi ekspektasi audiens.

Dalam hal itu, kebebasan pers yang telah berkembang sangat pesat di Indonesia diharapkan bisa diimbangi dengan tanggung jawab menghasilkan konten yang sesuai etika dan norma budaya bangsa.

“Itulah catatannya, pers bebas yang telah bertumbuh kembang luar biasa di Indonesia saat ini dan akan terus kita bersama-sama jaga di imbangi dengan tanggung jawab yang menghasilkan konten yang memenuhi ekspektasi para audiens,” kata Menkominfo Johnny.

BACA JUGA:  Ini Bedanya Gaji PNS dan PPPK, Meski Sama-sama Pegawai ASN

Untuk tantangan kedua, yakni disinformasi, misinformasi dan malinformasi, Menkominfo meminta pers menjadikannya konsen dengan bersama-sama mendiskusikan dan membicarakannya.

Termasuk tren berita klikbait sarat sensasi yang marak terjadi di media online diharapkan menjadi perhatian insan pers untuk menjadikan ruang diginal nasional bersih dan bermanfaat.

“Itu yang harus diperhatikan, ditangani, agar ruang digital menjadi bersih dan bermanfaat bagi pengguna, termasuk pers, jurnalis, jurnalisme, dan media,” imbuh dia.

Sedangkan pada tantangan ketiga, kemajuan digital mendorong para audiens secara perlahan bergeser mengakses media digital dibanding media konvensional sebagai sumber pemberitaan.

Menkominfo mengutip Reuters Institut Digital News Report 2023, yang menyatakan media online menjadi sumber yang paling banyak diakses masyarakat Indonesia, dengan persentase mencapai 88 persen, termasuk media sosial 68 persen. Sedangkan media konvensional televisi sekitar 57 persen dan media cetak berada di titik paling bawah, yakni 17 persen.

BACA JUGA:  RI Siapkan Lokasi Perawatan Medis Rakyat Gaza

“Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi media pers dan jurnalisme memiliki peran yang sangat krusial dalam mengatasi persoalan, baik global maupun nasional tentunya,” pungkas Menteri Johnny.

Acara itu turut dihadiri Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Atal S Depari, Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kominfo, Usman Kansong, dan para pimpinan media dan perwakilan media dari seluruh tanah air. (RP)

Berita Terkait

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja
Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru
Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus
Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya
242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027
Awal Puasa Ramadan 2027 Diprediksi 8 Februari, Ini Perkiraan Pemerintah dan Muhammadiyah
Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Resmi Berganti Nama Menjadi KRI Sriwijaya pada 24 September
OTT ATR/BPN, KPK Amankan Rp106,3 Miliar dan Delapan Tersangka

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Nasib Driver Ojol Mulai Terungkap, RUU Baru Atur Status hingga Hak Pekerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Resmi Dilantik Prabowo, Ini Daftar 24 Anggota Wantimpres Periode Baru

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Kabar Baik! BSU Kembali Cair Oktober 2026, Pekerja Bakal Terima Rp900 Ribu Sekaligus

Sabtu, 26 September 2026 - 08:20 WIB

Lansia Belum Punya Akta Kelahiran? Ini Syarat dan Cara Mengurusnya

Rabu, 23 September 2026 - 08:22 WIB

242 Ribu Guru PPPK Paruh Waktu Dialihkan Jadi Penuh Waktu Mulai 1 Januari 2027

Berita Terbaru