Pengusaha Tempe di Kepri Didorong Jadi Importir Kedelai

- Publisher

Jumat, 24 Februari 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat dengar pendapat (RDP) terkait kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe di Batam, Kamis. Foto: ANTARA

Rapat dengar pendapat (RDP) terkait kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe di Batam, Kamis. Foto: ANTARA

INIKEPRI.COM – Ketua Komisi II DPRD Kepri Wahyu Wahyudin mendorong pengusaha tempe dan tahu Provinsi Kepulauan Riau untuk menjadi importir kedelai.

Hal tersebut, jelas dia, mengingat Kepri bukan wilayah pertanian serta sebagai upaya untuk menjaga kestabilan harga kedelai yang merupakan bahan baku pembuatan tahu dan tempe.

“Jadi, kita dorong supaya importir langsung dan membuka peluang bagi pelaku UMKM tahu tempe ini agar bisa menjadi importir kedelai sehingga harga kedelai bisa murah, dan tahu tempe juga tetap murah,” kata Wahyu usai rapat dengar pendapat (RDP) terkait kenaikan harga kedelai sebagai bahan baku pembuatan tahu dan tempe di Batam, dilansir dari ANTARA, Kamis 23 Februari 2023.

BACA JUGA:  Dari Lorong ke Lorong RSUD RAT, Iman Sutiawan Pastikan Warga Dapat Pelayanan Sehat dan Setara

“Bahkan kalau bisa mereka sendiri jadi importir. Apalagi tahu tempe sekarang sudah menjadi makanan favorit di luar negeri termasuk Eropa,” kata dia.

Menurutnya, kenaikan harga kedelai dari Rp380 ribu menjadi Rp650 ribu per karung (50 kg) tersebut membuat pengusaha tahu tempe kewalahan untuk menetapkan harga jual di pasaran.

“Keluhan para pelaku usaha kecil menengah tahu tempe itu, harga yang terlalu tinggi. Sehingga tidak realistis lagi di lapangan, Rp650 ribu per karung itu sangat luar biasa. Mereka biasanya dapat Rp380 ribu,” ujar Wahyu.

BACA JUGA:  UWT Bisa Dicicil 10 Kali, Berlaku hingga 26 Februari 2021

Lebih lanjut, Wahyu juga meminta kepada Koperasi Bumi Bertuah Nusantara Provinsi Kepulauan Riau untuk segera mendata pengusaha tempe dan tahu yang ada di daerah setempat, agar dapat dilakukan pengajuan program BBM subsidi untuk pabrik pembuatan tempe dan tahu.

“Jadi kami minta datanya, berapa pelaku UMKM tempe tahu se-Kepri , kemudian kita akan minta ke pemerintah agar diberikan kartu Brizzi atau BBM subsidi tapi khusus pabrik bukan kendaraan. Jadi di data kebutuhannya berapa supaya tidak diselewengkan,” demikian Wahyu.

BACA JUGA:  Jumlah Peserta Melonjak, Barak1605 Batam Sukses Selenggarakan Sunatan Massal di Sei Temiang

Ketua Koperasi Bumi Bertuah Nusantara Provinsi Kepulauan Riau Susilo menyebutkan kebutuhan kedelai di Batam mencapai 1.000 ton per bulan untuk menghasilkan tahu dan tempe.

Ia menyampaikan saat ini terdapat 133 pengusaha tahu dan tempe yang berada di Kota Batam.

“Seperti yang disampaikan tadi untuk Kota Batam itu 1 bulan hampir 1.000 ton kedelai yang digunakan untuk produksi dan 67 pengusaha tahu, 66 pengusaha tempe, jumlahnya 133 pengusaha,” kata Susilo. (RBP/ANTARA)

Berita Terkait

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat
Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi
KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah
Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan Bantu Pulangkan Korban Dugaan Penyiksaan ke Jabar dan Palembang
Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar
Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026
Cuaca Batam 7 Oktober: Sejumlah Wilayah Diprakirakan Berkabut, Suhu hingga 32 Derajat
TMA Waduk Nongsa Alami Penyusutan, BP Batam Percepat Langkah Teknis Amankan Pasokan Air Warga

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:02 WIB

Amsakar Tegaskan APBD Batam 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:11 WIB

Perselisihan HP dan OTP Berujung Dugaan KDRT, Kreator Konten Batam Diamankan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:02 WIB

KNPI Kepri Soroti Hoaks terhadap Kapolri Suyudi, Andhi: Jangan Bangun Opini dari Fitnah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:40 WIB

Warga Bengkong Keluhkan Banjir, Sampah dan Air Bersih, Ini Respons Amsakar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:06 WIB

Pemutihan Pajak Kendaraan di Kepri Diperpanjang, Warga Punya Waktu hingga 31 Oktober 2026

Berita Terbaru