INIKEPRI.COM – Presiden keempat Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau yagn akrab disapa Gus Dur, diketahui tidak hanya mewariskan nilai pluralisme dan toleransi sebagaimana diketahui banyak orang selama ini, tetapi juga mewariskan nilai-nilai yang lain, seperti keadilan dan membantu mereka yang terzalimi.
Bahkan Gus Dur tak hanya memperjuangkan kelompok minoritas. Akan tetapi yang beliau perjuangkan adalah mereka yang terzalimi, baik itu mayoritas apalagi minoritas. Jika yang terzalimi kebetulan kelompok minoritas, itu pasti akan dibela olehnya.
Untuk itu dimomen Road to Haul Gus Dur ke-13 ini diharapkan bisa menjadi pemersatu dan memperkuat kembali masyarakat yang beragam.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto SH MH disela-sela Sarasehan Kemanusiaan bertema ‘Problematika Pekerja Migran Indonesia di Kota Batam’ yang digelar di Pondok Pesantren Sirrul Ilahiyah, kavling Panaran, Tembesi, Batam pada Minggu (26/2/2023) malam.
BACA JUGA :
Ganggu Iklim Investasi di Batam, Nuryanto Minta Pemerintah Evaluasi Layanan KKPR
Pria yang akrab disapa Cak Nur dan juga menjabat sebagai Kasatkorwil Banser Provinsi Kepri ini pun menegaskan hingga saat ini dirinya melihat masih sangat sulit mencari sosok karismatik yang ada pada Gus Dur di tokoh-tokoh nasional saat ini.
Mengingat, kebajikan dan kebenaran bisa dimiliki oleh seseorang akan tetap tidak setiap orang memiliki dua sifat jiwa suci secara bersamaan.
“Kebajikan dan kebenaran yang ada pada diri manusia itu memang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa. Akan tetapi keduanya belum tentu dimiliki oleh seseorang. Namun di sosok Gus Dur, keduanya itu terawat dengan baik,” terang Cak Nur.
Artinya, tambah Politisi PDI Perjuangan ini, spirit dan semangat Gus Dur dalam membangun kehidupan berbangsa dan berbangsa yang dikemas dalam hubungan persaudaraan menjadi contoh bagi setiap umat beragama.
BACA JUGA :
Terima Kunjungan FKWI Kepri, Nuryanto: Wartawan Punya Arti Besar
Bahkan melalui interaksi kebudayaan di antara berbagai kelompok telah menjadikan Islam sebagai agama yang terbuka terhadap perbedaan dan keragaman, bahkan mendorong demokrasi dan HAM. Hal in dapat dilihat saat memperlakukan kelompok-kelompok minoritas, terutama mereka yang tertindas, sebagai warga negara yang mempunyai hak sama di depan hukum.
“Saya melihat itulah warisan yang sangat bernilai dari Gus Dur. Bahkan kelompok minoritas mempunyai hak sipil-politik ataupun hak ekonomi, sosial, dan budaya yang sama dengan hak-hak kelompok pribumi. Eksistensi mereka dilindungi konstitusi,” tegasnya.
“Pemikiran tentang pluralisme sejalan dengan spirit demokrasi, bahkan makin memperkokoh. Keduanya tidak bertentangan, bahkan saling menguatkan,” tambahnya.
Untuk itu, di Momen Haul ke-13 ini Cak Nur berharap masyarakat Batam bisa mendalami dan mengikuti jejak yang sudah diwariskan sosok Bapak Plurasme ini.
“Mudah-mudahan, kita semua yang hadir pada momen ini mampu mewarisi dan merealisasikan kehidupan berbangsa dan bernegara seperti pemikiran Gus Dur,” tegasnya. (MIZ)

















