Kisah Pilu Desi PMI Asal Tembilahan di Singapura

- Admin

Rabu, 8 Maret 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Desi. Foto: Dok. untuk INIKEPRI.COM

Desi. Foto: Dok. untuk INIKEPRI.COM

INIKEPRI.COM – Desi salah satu Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Tembilahan diduga menjadi korban perdagangan manusia (trafficking). Ia bekerja di Singapura sebagai pengasuh anak (baby sitter).

Berawal dari media sosial Tiktok, aku atas nama Nur Warga Negara Indonesia (WNI) yang bekerja di Singapura, Desi tertarik untuk mencobanya. Bayangannya kerja di luar negeri seperti Singapura bisa merubah nasib dan mengangkat derajat ekonomi keluarga.

Baca Juga :  Lindungi Pekerja Migran Indonesia, PJ Wako Tanjungpinang Teken Nota Kesepakatan dan Perjanjian Bersama BP2MI

“Saya telfon kak Nur, ia langsung merekomendasikan Mom Era ke saya. Setelah saya telfon, Mon Era meminta data-data saya seperti ijasah SD, buku nikah dan Kartu Keluarga,” kata Desi menceritakan kronologisnya dan ditemani Norayanti Simaremare sebagai Kuasa Hukumnya.

Tidak menunggu lama, Desi ditelpon salah satu agency yang ada di Batam. Ketika itu, penjelasan agency tersebut, apabila ia ingin bekerja di Singapura ia akan menjadi pengasuh anak (baby sitter). Padahal, keinginannya mencari rezeki di Singapura ialah sebagai penjaga orang tua.

Baca Juga :  Ini Lima Poin dalam Pengurusan KITAS

Setelah Desi mengiyakan untuk menjadi baby sitter di Singapura, bulan Oktober 2022 lalu, Desi melakukan pendaftaran sebagai calon PMI. Selanjutnya, di bulan Desember 2022, ia melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama.

Baca Juga :  BP2MI Ajak Pemprov Kepri Berantas Sindikat Mafia Penempatan PMI Ilegal

“Setelah saya nunggu dan di bulan Januari 2023, Mom Era telfon saya dan mengatakan ada job, tapi bukan jaga 2 anak, namun 5 anak yang akan di jaga. Dan posisi saya saat itu masih di kampung,” ucapnya.

Berita Terkait

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis
Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali
Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat
LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal
BP Batam Serahkan SK Pegawai Tetap, Dorong Penguatan SDM Unggul
Amsakar Dorong Usulan Musrenbang yang Berdampak Langsung bagi Warga
Dapur SPPG di Kepri Bertambah, Dorong Percepatan Program MBG di Kawasan Pulau Terdepan

Berita Terkait

Selasa, 13 Januari 2026 - 16:08 WIB

Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar: Penempatan Harus Berbasis Kompetensi

Selasa, 13 Januari 2026 - 12:14 WIB

Tumbangkan STAIN Sultan Abdurrahman, Tim Voli Kemenag Batam Sabet Juara 1 dalam Final Dramatis

Selasa, 13 Januari 2026 - 11:16 WIB

Dinilai Kebutuhan Mendasar, Ombudsman Kepri Minta Pasar Induk Jodoh Dibangun Kembali

Selasa, 13 Januari 2026 - 07:27 WIB

Musrenbang Kampung Pelita, Amsakar Tekankan Pentingnya Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Senin, 12 Januari 2026 - 21:10 WIB

LASQI Batam di Bawah Kepemimpinan Erlita Amsakar Perkuat Sinergi Internal

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB