Ririn juga mengaku tidak mengetahui tentang adanya dugaan pemalsuan ijasah MTS dan kartu vaksin dosis ke tiga punya Desi. “Saya tidak tau masalah ijasah dan vaksin palsu. Saya bukan agency nya, saya ini hanya relawan dan sudah kewajiban saya membantu teman-teman seperjuangan disini,” ucapnya.
Ketika awak media mencoba mendatangi PT Allqurrny Bagas Pratama Batam yang beralamat di ruko elfriede blok B nomor 6, Bisa Asri 2, Batam Center, ternyata ruko tersebut tutup. Kedatangan awak media mencoba konfirmasi kebenaran dari cerita Desi yang dipekerjakan ke Singapura melalui perusahaan tersebut.
“Saya tidak tau juga, kayaknya 2 hari ini tutup ruko sebelah. Biasanya sudah buka dari jam 9 pagi mas. Minggu lalu sepertinya masih buka,” ungkap salah satu pedagang yang ada di sekitar.
Sementara itu, ketika awak media mengkonfirmasi ke Era sebagai agency Desi melalui pesan singkat WhatsApp tidak di balas. Padahal, pesan yang dikirim tersampaikan dengan ditandai centrang biru. Tidak hanya itu saja, saat ditelpon, handphonenya sudah tidak aktif lagi. (DI)

















