Yayasan Pelita Suluh Nusantara bekerja sama dengan Subdit II Intelkam Polda Kepri dalam
menyikapi permasalahan saat ini terjadi yaitu sengketa tanah dalam masyarakat di Kota Batam baik di perkotaan maupun di pedesaan, masalah sosial ekonomi kemasyarakatan yang akhir-akhir ini terdapat konflik tanah seperti lahan SMKN 9 Kota Batam diserobot dan dipagar oleh PT. Cidi Pratama, pemagaran yang dilakukan PT. Cidi Pratama mendapat protes dari Pihak Sekolah bersama Kelompok masyarakat, masalah sengketa tanah tersebut menjadi topik dan bahasan di media massa.
Menyikapi hal tersebut,untuk mengatisipasi potensi konflik antar kedua belah pihak, pihak kepolisian meminta kerjasama apabila ada kejadian segera diberitahukan kepada polri untuk mencari titik terang permasalahan upaya merangkul pihak/kelompok yang terlibat, mediasi guna memahami dan mengetahui permasalahan dan menyelesaikan masalah antar kedua belah pihak.
“Polri meminta dukungan bapak/ibu semua dalam tugas-tugas polri khususnya jajaran Polda Kepri yang bersifat pre-emptif dan preventif dengan tetap berperan secara fungsional dan proporsional dalam penegakan hukum guna menjaga kamtibmas aman dan kondusif,” kata Anwar Anas ketua Yayasan Pelita Suluh Nusantara saat memfasilitasi pertemuan tersebut.
Selain itu, Dia juga memmita kepada seluruh komponen masyarakat untuk mendukung, mematuhi peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam pembangunan dan pemanfaatan lahan di Kota Batam. Berikutnya, “Bijaklah menggunakan media sosial dalam pemberitaan sehingga berita tersebut tidak memicu provokasi ataupun permasalahan menjadi besar,” tukasnya
Pertemuan ditutup dengan Pemberian bantuan sembako kepada yayasan Pelita Suluh Nusantara dan masyarakat sekitar. (RP)

















