Kemenkes: Rokok Elektronik Ancaman Bagi Generasi Muda

- Publisher

Kamis, 6 April 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: PEXELS

Ilustrasi. Foto: PEXELS

INIKEPRI.COM – Kementerian Kesehatan mengingatkan soal keberadaan rokok elektronik atau vape merupakan ancaman serius bagi kesehatan generasi muda di Indonesia.

“Vape menjadi ancaman serius bagi pemuda di Indonesia. Rokok elektronik ini tidak aman untuk anak-anak, karena mengantarkan nikotin dan perasa dalam bentuk aerosol yang memiliki 7.000 efek negatif,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Dr. Eva Susanti dalam webinar bertajuk “Kolak Ketan 2023”, dikutip dari laman ANTARA, Rabu 5 April 2023.

BACA JUGA:  Nah Kan! Percaya Virus Corona Hoaks, Pria Ini Meninggal Usai Datangi `Pesta COVID-19`

BACA JUGA :

Apakah Vape Lebih Aman Dibanding Rokok Konvensional?

Eva Susanti mengatakan rokok elektronik sebenarnya sama saja dengan rokok konvensional. “Artinya sama-sama membahayakan,” katanya.

Rokok elektronik adalah perangkat bertenaga baterai yang dapat mengantarkan nikotin dan perasa dalam bentuk aerosol.

Eva Susanti menjelaskan aerosol rokok elektronik mengandung zat berbahaya.

“Karena ada senyawa organik yang mudah menguap, ada partikel halus yang merusak, ada logam berat seperti nikel, timah, timbal penyebab kanker, perasa, dan ada bahan kimia penyebab kanker,” katanya.

BACA JUGA:  Tante Ernie Pakai Baju Merah. Yang Pakai Baju Merah, Jangan Sampai Lolos!

BACA JUGA :

Jual Rokok ‘Ketengan’ Bakal Dibatasi, Ini Keppres yang Mengaturnya

Eva Susanti merinci propilen glikol pada rokok elektronik dapat menyebabkan iritasi paru-paru dan mata, serta gangguan saluran pernapasan.

Kemudian kandungan nikotin pada rokok elektronik memiliki efek candu yang memicu depresi, kepala pusing, tubuh gemetar, dapat menyebabkan kerusakan paru-paru, kanker paru-paru, penyempitan pembuluh darah, dan kematian.

BACA JUGA:  Menkes Ganti Istilah ODP, PDP, hingga OTG Corona

Eva Susanti menambahkan nikotin juga dapat membahayakan perkembangan otak, yang dapat berlanjut hingga anak berusia 25 tahun.

Tak hanya itu, perisadiasetil pada rokok elektronik dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronis.

“Yang penting, jauhi rokok elektronik karena sangat buruk dampaknya bagi kesehatan,” pesan Eva Susanti. (RP/ANTARA)

Berita Terkait

Caviar Rilis HP Edisi Khusus Messi dan Cristiano Ronaldo, Hanya 19 Unit di Dunia & Dibalut Emas 24 Karat
Mobil Listrik Ferrari Luce Dipastikan Masuk Indonesia, Jadwal Peluncuran Masih Dirahasiakan
Mulai 1 September, Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Gratis Penumpang
Dunia Hiburan Berduka, Komedian Temon Tutup Usia
“Ride the City, Rest in Style”, MaxOne Batam Hadirkan Fun Bike 2026 yang Padukan Olahraga, Wisata, dan Kebersamaan
Tak Sekadar Hewan Peliharaan, Ini 7 Manfaat Kucing bagi Kesehatan Menurut Penelitian
Cara Mudah Cek Sisa Umur HP Android, Jangan Tunggu Bermasalah Baru Ganti
Rekomendasi Produk Terlaris di Aqua Official Store, Banyak Dicari!

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:23 WIB

Caviar Rilis HP Edisi Khusus Messi dan Cristiano Ronaldo, Hanya 19 Unit di Dunia & Dibalut Emas 24 Karat

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:59 WIB

Mobil Listrik Ferrari Luce Dipastikan Masuk Indonesia, Jadwal Peluncuran Masih Dirahasiakan

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:33 WIB

Mulai 1 September, Garuda Indonesia Ubah Aturan Bagasi Gratis Penumpang

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:58 WIB

Dunia Hiburan Berduka, Komedian Temon Tutup Usia

Kamis, 9 Juli 2026 - 15:02 WIB

“Ride the City, Rest in Style”, MaxOne Batam Hadirkan Fun Bike 2026 yang Padukan Olahraga, Wisata, dan Kebersamaan

Berita Terbaru