“Di Xiaomi India, keamanan pelanggan adalah yang paling penting dan kami menanggapi masalah tersebut dengan sangat serius. Kami berdiri bersama keluarga di masa sulit ini dan berharap untuk mendukung mereka dengan cara apa pun yang memungkinkan. Ada beberapa laporan bahwa ini adalah ponsel Redmi yang belum ditetapkan, mengingat masalah tersebut sedang diselidiki. Kami akan bekerja dengan pihak berwenang untuk menentukan penyebab sebenarnya dari insiden tersebut dan akan mendukung mereka dengan cara apa pun yang diperlukan.” katanya.
Ini bukan kasus pertama di mana seseorang kehilangan nyawanya karena ledakan ponsel. Sebelumnya beberapa waktu lalu, seorang bocah laki-laki di Baduan, Uttar Pradesh, meninggal dunia akibat tersengat listrik saat mengisi daya ponselnya.
BACA JUGA :
iPhone 11 dan 12 Harganya Semakin Terjangkau, Masih Layak Beli di 2023?
Laki-laki yang diketahui berusia 68 tahun itu tidak menyangka jika mengisi daya ponsel sambil melakukan panggilan telepon bisa berbahaya hingga membuatnya meninggal dunia.
Salah satu alasan utama mengapa para ahli selalu menyarankan untuk tidak menggunakan ponsel saat mengisi daya adalah karena suhu perangkat bisa menjadi sangat panas dengan tiba-tiba.
Overheating dapat menyebabkan kerusakan permanen pada baterai, mengurangi masa pakainya, dan bahkan menyebabkan ponsel meledak atau terbakar dalam kasus yang ekstrim.
Lebih lanjut, peneliti memaparkan bahwa menggunakan ponsel saat sedang mengisi daya membuat penggunanya beresiko terkena sengatan listrik yang berbahaya. (DI/INDOZONE)
Halaman : 1 2

















