Capaian Imunisasi Anak-Anak Indonesia Meningkat Jadi 94,9 Persen pada 2022

- Admin

Minggu, 14 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: Kemenkes

Ilustrasi. Foto: Kemenkes

INIKEPRI.COM – Saat ini pemerintah terus menggenjot cakupan imunisasi di seluruh pelosok Indonesia. Cakupan imunisasi rutin lengkap nasional perlahan kembali meningkat pascapandemi COVID-19.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia saat ini telah berhasil meningkatkan kembali cakupan imunisasi, dari 84 persen pada 2019 menjadi 94,9 persen pada 2022.

BACA JUGA :

Suntikan Imunisasi Ganda untuk Cegah Campak

“Saya beri nilai bagus, namun itu belum cukup. Masih ada sekitar lima persen atau 240 ribu anak-anak Indonesia yang belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap,” ungkap Menkes Budi melalui keterangan resmi yang dikutip InfoPublik pada Kamis (11/5/2023).

Baca Juga :  Dokter Dina Bilang Melepas Bra dan Celana Dalam Sebelum Tidur Manfaatnya Dahsyat

Artinya, lanjut Menkes Budi anak-anak tersebut masih berisiko tinggi terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Percepatan imunisasi perlu dilakukan terutama di Daerah Terluar, Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).

Selain itu juga di daerah-daerah yang cakupan imunisasinya masih rendah. Menurut Menkes Budi, implementasinya perlu difokuskan pada dua hal. Pertama, meningkatkan pengetahuan masyarakat utamanya ibu hamil .

Baca Juga :  Kemenkes: Rokok Elektronik Ancaman Bagi Generasi Muda

Pentingnya perilaku promotif preventif melalui pemberian imunisasi rutin lengkap pada anak. Menkes Budi mengatakan jangan menjadikan imunisasi sebagai program eksklusif, tapi harus menjadi gerakan yang sifatnya inklusif.

“Supaya kepemilikannya ada di seluruh ibu-ibu Indonesia, bukan kepada gubernur atau bupati tetapi kepada seluruh ibu hamil di Indonesia. Yang dia akan merasa bersalah kalau anaknya tidak di imunisasi,” kata Menkes Budi.

Baca Juga :  Mayoritas Orang Indonesia Tak Percaya Corona Ada, Kenapa?

Kedua, memeratakan cakupan imunisasi di seluruh pelosok Tanah Air. Logistik imunisasi harus bisa terdistribusi di kurang lebih 7000 pulau di Indonesia.

“Tugas kita memeratakan pelayanan kesehatan untuk semua masyarakat, tua atau muda, kaya atau miskin. Prinsip kesetaraan itu harus ada. Kita sebagai negara kepulauan, itu tidak mudah. Kita yakin dengan kebersamaan bisa melakukannya,” jelas Menkes Budi. (RBP)

Berita Terkait

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua
Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya
Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online
Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita
Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik
Tak Takut Maag, Ini Makanan Penambah Darah yang Ramah Lambung
Manfaat Mandi Subuh, Dari Daya Tahan Tubuh hingga Kesehatan Mental
Sehat Sampai Tua Dimulai dari Sekarang, Ini Kebiasaan Sederhana yang Perlu Dijaga

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 08:03 WIB

Relate Banget! Ini Tanda-Tanda Halus Anda Mulai Menua

Sabtu, 10 Januari 2026 - 12:29 WIB

Inilah 4 Hormon Bahagia di Otak dan Cara Sederhana Memicunya

Sabtu, 3 Januari 2026 - 10:56 WIB

Cegah Penyakit Sejak Dini, Begini Cara Skrining Kesehatan BPJS Secara Online

Jumat, 2 Januari 2026 - 10:06 WIB

Rahasia Superfood Buah Kiwi, Sahabat Sehat dan Cantik untuk Wanita

Rabu, 31 Desember 2025 - 09:58 WIB

Suka Makan Durian? Ini Alasan Kolesterol Bisa Ikut Naik

Berita Terbaru

TNI berhasil menyelesaikan pembangunan dua jembatan Bailey di kawasan Jamur Ujung, Kabupaten Bener Meriah, yang berada pada ruas jalan strategis Bireuen – Bener Meriah – Takengon. Foto: TNI AD

Daerah

TNI AD Rampungkan Dua Jembatan Bailey di Bener Meriah

Selasa, 13 Jan 2026 - 14:14 WIB