Ketiak Masih Bau Padahal Sudah Mandi? Ini Penyebabnya

- Admin

Senin, 22 Mei 2023 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Foto: midlandsderm.com

Ilustrasi. Foto: midlandsderm.com

INIKEPRI.COM – Ketiak yang masih bau padahal sudah mandi bisa jadi karena sejumlah penyebab misalnya karena dia rentan berkeringat dan mungkin mengalami penumpukan bakteri di kulit bersamaan dengan keringat, menurut pakar dermatologi di Cornell-New York Presbyterian Medical Center, Marisa Garshick, MD.

Berikut penjelasan mengenai penyebab bau ketiak tak sedap seperti disiarkan Livestrong beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Cara Mudah Atasi Bau Kaki karena Keringat

  1. Salah pakai antiperspiran

Menggunakan antiperspiran setelah keluar dari kamar mandi di pagi hari sebenarnya bukan cara paling efektif untuk mencegah keringat dan bau ketiak. Garshick mengatakan, antiperspiran paling efektif bila digunakan pada waktu tidur karena antiperspiran bekerja dengan menyumbat kelenjar keringat ketiak untuk mencegah keringat keluar.

Baca Juga :  COVID-19 Subvarian Omicron Arcturus Sudah Masuk Indonesia, Ini Gejalanya

“Karena kelenjar keringat kosong di malam hari, antiperspiran dapat menyerap lebih banyak,” kata dia.

Kemudian, karena sebagian besar antiperspiran dirancang untuk bekerja selama 24 jam, maka obat ini akan terus bekerja untuk menahan keringat, yang bisa menyebabkan bau ketiak, bahkan setelah seseorang mandi keesokan paginya.

Baca Juga :  Waspadai! Orang Obesitas Lebih Mudah Terinfeksi Covid-19

Garshick menyarankan orang-orang menggunakan antiperspiran daripada deodoran yang menutupi bau, tetapi, tidak benar-benar menghentikan keringat. Cara kerja deodoran berbeda dengan antiperspiran sehingga sebaiknya gunakan deodoran setelah mandi untuk membantu mencegah bau badan.

  1. Rambut ketiak

Rambut ketiak menjebak lebih banyak keringat daripada di bagian kulit lain sehingga keringat memiliki lebih banyak waktu untuk bercampur dengan bakteri penyebab bau, menurut pakar dermatologi University of North Carolina di Chapel Hill, Beth Goldstein, MD. Dia menambahkan, kulit yang tertutup rambut juga bisa lebih sulit dibersihkan.

Berita Terkait

Awas! Ini Bahaya Mengonsumsi Ikan Hasil Pengeboman
Kemenkes Waspadai Kasus TB di Indonesia yang Meningkat
Laksanakan Ibadah Puasa Ramadan, Ini Pesan Menkes
Kemenkes: Ulat Pembunuh Manusia Hoaks
Banyaknya Manfaat Vaksinasi HPV dan Skrining Dini Kanker Leher Rahim
Begini Lho Kiat Turunkan Gula Darah dengan Cepat
Skrining Langkah Awal Deteksi Kanker Serviks
Cegah Kematian dan Stunting melalui Deteksi Dini
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Maret 2024 - 04:43 WIB

Awas! Ini Bahaya Mengonsumsi Ikan Hasil Pengeboman

Senin, 25 Maret 2024 - 00:14 WIB

Kemenkes Waspadai Kasus TB di Indonesia yang Meningkat

Selasa, 12 Maret 2024 - 04:39 WIB

Laksanakan Ibadah Puasa Ramadan, Ini Pesan Menkes

Rabu, 28 Februari 2024 - 18:53 WIB

Kemenkes: Ulat Pembunuh Manusia Hoaks

Minggu, 25 Februari 2024 - 10:10 WIB

Banyaknya Manfaat Vaksinasi HPV dan Skrining Dini Kanker Leher Rahim

Senin, 5 Februari 2024 - 00:27 WIB

Begini Lho Kiat Turunkan Gula Darah dengan Cepat

Minggu, 4 Februari 2024 - 00:45 WIB

Skrining Langkah Awal Deteksi Kanker Serviks

Kamis, 1 Februari 2024 - 08:38 WIB

Cegah Kematian dan Stunting melalui Deteksi Dini

Berita Terbaru

Jambore ke-8 kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tingkat Kota Tanjungpinang terus dipersiapkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM). Foto: Diskominfo Kepri

Tg. Pinang

265 Peserta Akan Ikuti Jambore ke-8 Tingkat Kota Tanjungpinang

Jumat, 19 Apr 2024 - 00:47 WIB

Ilustrasi. Foto: Istimewa

Nasional

Panglima TNI Tekankan Lima Hal Pedoman Tugas Prajurit

Kamis, 18 Apr 2024 - 02:57 WIB