INIKEPRI.COM – Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyebutkan bahwa anak muda, tak terkecuali mahasiswa, merupakan pewaris peradaban. Untuk itu, kelompok ini hendaknya harus diberi kesempatan yang sama untuk didengar.
“Dalam perjalanan republik ini, kerap tidak terlepas dari peran mahasiswa,” kata Amsakar pada seminar politik yang digelar Institut Agama Islam Abdullah Said di Komplek Hidayatullah, Tanjung Uncang, Batuaji, Minggu (28/1/2024).
BACA JUGA:
Amsakar Resmikan Masjid Nabawi di Perumahan Rawa Indah Permai
Amsakar Apresiasi Film Tanah Moyangku
Amsakar menyampaikan, diantara perjuangan mahasiswa ini sudah ada sejak lama. Seperti gerakan akan mahasiswa bernama Boedi Oetomo yang didirikan di Jakarta, 20 Mei 1908 oleh para pemuda STOVIA atau sekolah dokter di Jawa.
Kemudian, gerakan mahasiswa yang bernama Indische Vereeniging atau Perhimpunan Indonesia. Salah satu tokohnya yakni Mohammad Hatta. Lalu sejarah Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928 juga berbagai rentenan peristiwa nasional era orde lama, hingga gerakan reformasi 1998.
“Jadi terminologi mahasiswa yang ada pada adik-adik semua dapat diartikan tidak hanya memberi solusi atas persoalan di kampus namun juga di lingkungan masyarakat, hingga persoalan yang dihadapi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara ini,” imbuhnya.
Ia menyambut baik kegiatan tersebut, menurutnya, kegiatan dalam rangka mempertajam intelektualitas sangat diperlukan dalam menyongsong Indonesia yang semakin maju. Spesifiknya, seperti yang diketahui Indonesia akan menyambut bonus demografi dan Indonesia Emas 2045.
“Tema yang kita angkat hari ini adalah tema yang memiliki urgensi yang baik,” sebut dia.
Adapun tema kegiatan tersebut yakni ‘Mahasiswa Sebagai Penentu Arah Politik 2024’. Lanjut Amsakar, tema ini semakin memperteguh bahwa peran anak muda sangat krusial dalam perjalanan bangsa ini.
“Seperti yang kita ketahui, struktur pemilih pada pemilu kali ini didominasi pemilih anak muda,” pungkasnya. (RP)

















