RSUD Muhammad Sani Punya CT Scan dan Mamografi, Gubernur Ansar Tekankan Pentingnya Pemerataan Kesehatan

- Publisher

Rabu, 7 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RSUD Muhammad Sani di Tanjung Balai Karimun kini semakin mumpuni dalam melayani kesehatan masyarakat Kabupaten Karimun dengan hadirnya alat CT Scan dan Mamografi. Foto: Diskominfo Kepri

RSUD Muhammad Sani di Tanjung Balai Karimun kini semakin mumpuni dalam melayani kesehatan masyarakat Kabupaten Karimun dengan hadirnya alat CT Scan dan Mamografi. Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – RSUD Muhammad Sani di Tanjung Balai Karimun kini semakin mumpuni dalam melayani kesehatan masyarakat Kabupaten Karimun dengan hadirnya alat CT Scan dan Mamografi.

Sebelumnya, masyarakat Karimun yang ingin melakukan pemeriksaan dengan CT Scan atau Mamografi harus menjalani rujukan ke rumah sakit di Batam apabila ingin melakukan pemeriksaan tersebut.

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Aunur Rafiq berkesempatan meresmikan langsung beroperasinya dua alat tersebut sekaligus syukuran akreditasi paripurna yang diraih RSUD Muhammad Sani pada Selasa (6/2/2024).

CT scan dan Mamografi adalah dua jenis pemeriksaan yang menggunakan sinar-X untuk mengambil gambar bagian dalam tubuh. CT scan dapat menghasilkan gambar yang detail dari banyak struktur di dalam tubuh, termasuk organ internal, pembuluh darah, dan tulang.  Adapun Mamografi digunakan untuk mendeteksi adanya pertumbuhan atau perubahan abnormal pada jaringan payudara, termasuk untuk mengetahui keberadaan kanker.

BACA JUGA:  Danlanudal Tanjungpinang Dukung Kunker Ansar Ahmad ke Natuna

BACA JUGA:

Ansar Ajak Bupati Karimun Temui Menkes RI untuk Rencana Pengembangan RS Tanjungbatu

Hadirnya dua alat tersebut sangat diapresiasi Gubernur Ansar, ia menyebut dengan semakin meningkatnya layanan kesehatan di RSUD Muhammad Sani maka pemerataan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau semakin merata dan terjangkau masyarakat.

Gubernur Ansar mengungkapkan bahwa meningkatnya pemerataan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau sangat penting karena kondisi geografis Kepri yang terdiri dari banyak pulau dan dipisahkan lautan.

“Kita ingin seluruh masyarakat Kepri bisa menjangkau semua jenis pelayanan kesehatan dan pemeriksaan, dengan hadirnya CT scan dan Mamografi di RSUD ini maka masyarakat Karimun tidak perlu lagi jauh-jauh jika membutuhkan perawatan,” kata Gubernur Ansar.

BACA JUGA:  Demi Main Game Online di Warnet, Dua Bocah Curi Kotak Amal Masjid

Gubernur Ansar pun berpesan agar RSUD Muhammad Sani terus melakukan inovasi dan peningkatan layanan kesehatan untuk masyarakat. Terlebih dengan diraihnya akreditasi paripurna maka hal tersebut semestinya menjadi pemacu semangat untuk jajaran RSUD Muhammad Sani memberikan yang terbaik untuk masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi diraihnya akreditasi paripurna, artinya pelayanan dan fasilitas RSUD Muhammad Sani telah diakui dan itu harus dipertahankan dan lebih ditingkatkan lagi,” ucap Gubernur Ansar.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Karimun Aunur Rafiq mengungkapkan jika hadirnya alat CT scan dan Mamografi ini adalah kerja keras Pemerintah Kabupaten Karimun dan manajemen RSUD Muhammad Sani untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA:  Gaji P3K Lewat BPR Tuah Karimun Dikritik, Yusrizal Minta Pemda Evaluasi

Aunur mengatakan pengadaan dua alat ini membutuhkan satu tahun dengan biaya Rp 13 miliar untuk CT scan dan Rp 4 miliar untuk mamografi. Meskipun dua alat ini sudah datang pada Desember 2023, namun membutuhkan izin dari BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) untuk pengoperasiannya.

“Sekarang dengan adanya dua alat ini masyarakat Karimun tak perlu lagi jauh-jauh kalau mau berobat, kami tau betul masyarakat Karimun butuh betul alat ini,” kata Aunur Rafiq.

Aunur juga mengungkapkan jika diraihnya akreditasi paripurna RSUD Muhammad Sani patut diapresiasi, ditambah ada enam puskesmas di Karimun yang juga meraih akreditasi paripurna. (RBP)

Berita Terkait

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah
Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia
ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa
Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless
Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya
Karimun Terseret Sanksi Uni Eropa ke Rusia, Terminal Minyak Jadi Sorotan: “Main Api di Jalur Selat Malaka?”
Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun
Ironi Guru Karimun: Puluhan Tahun Mengajar, DPR Minta Status Segera Diperjelas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:43 WIB

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:26 WIB

ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:51 WIB

Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless

Rabu, 29 April 2026 - 08:45 WIB

Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru