Menhub RI Budi Didampingi Gubernur Kepri Tinjau Bandara RHA, Targetkan Didarati Boeing 737 di 2024.

- Publisher

Jumat, 9 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meninjau langsung Bandara Raja Haji Abdullah (RHA), Kabupaten Karimun, Kamis (8/2/2024). Foto: Diskominfo Kepri

Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meninjau langsung Bandara Raja Haji Abdullah (RHA), Kabupaten Karimun, Kamis (8/2/2024). Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi didampingi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad meninjau langsung Bandara Raja Haji Abdullah (RHA), Kabupaten Karimun, Kamis (8/2/2024).

Tampak Bupati Karimun Aunur Rafiq dan anggota DPR RI Asman Abnur ikut dalam rombongan Kunjungan terkait pembangunan dan perpanjangan runway Bandara RHA dari yang tadinya 1.800 meter menjadi 2.000 meter ini.

Menurut Menhub, urgensi perpanjangan runway Bandara RHA adalah aebagai upaya agar dapat didarati pesawat berbadan besar seperti jenis Boeing 737.

BACA JUGA:

Bandara RHA Karimun Masuk Program Strategis Nasional, Cen Sui Lan: Totalnya Rp140 M untuk Pengembangan

BACA JUGA:  Gubernur Kepri dan Menhub Bahas Pelabuhan Malako dan Bandara Karimun

Ia mengatakan dengan adanya penerbangan yang menggunakan pesawat lebih besar, masyarakat akan lebih mudah mencapai Tanjung Balai Karimun sehingga mendorong pariwisata dan industri di Karimun, termasuk Kawasan Kepri.

“Kita mengupayakan pesawat Boeing 737 akan bisa landing di sini. Supaya industri dan pariwisata tambah maju. Ini perintah Presiden pulau terluar harus dilaksanakan pembangunan,” ungkap Menhub.

Ia pun menargetkan tahun ini runway dapat mencapai panjang 2.000 meter. Sejalan dengan itu, ia optimis pembebasan lahan akan dapat diselesaikan sehingga target panjang runway dapat tercapai. Bila hal tersebut terwujud, maka Bandara Raja Haji Abdullah dapat didarati pesawat jenis Boeing 737.

BACA JUGA:  KPU Karimun: Belum Ada Aturan Mewajibkan Paslon Harus Swab atau Rapid Test

“Kita sudah selesaikan selama beberapa tahun menjadi 1.800 m. Tahun ini nanti akan kita perpanjang menjadi 2.000 meter,” kata Menhub.

Di sisi lain, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi perhatian besar pemerintah pusat kepada Kepri. Khususnya Kemenhub yang beberapa tahun terakhir sangat peduli dengan infrastruktur transportasi di Kepri.

“Luar biasa saya apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan ini memang yang dinanti masyarakat sudah puluhan tahun, ada penerbangan langsung ke Kepulauan Karimun. Selain itu sebagai pulau terdepan, kawasan ini juga masif dengan investasi terutama industri dan pariwisata. Mudah-mudahan ini bisa segera terealisasi,” katanya.

BACA JUGA:  Satu Dekade Masifnya Pembangunan Infrastruktur Transportasi di Indonesia

Sebagai informasi, saat ini Bandara Raja Haji Abdullah memiliki luas terminal 770 m2, panjang runway 1.800 x 30 m dan dapat didarati pesawat ATR 72.

Selain meninjau Bandara, Menhub dan rombongan melakukan peninjauan Pelabuhan Roro Parit Rempak, Pelabuhan Bongkar Muat Taman Bunga, dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Balai Karimun. (RP)

Berita Terkait

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah
Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia
ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa
Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless
Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya
Karimun Terseret Sanksi Uni Eropa ke Rusia, Terminal Minyak Jadi Sorotan: “Main Api di Jalur Selat Malaka?”
Dari SDN 012 Karimun, Komisi X DPR RI Beberkan Masalah Akses dan Keterbatasan Fasilitas di Karimun
Ironi Guru Karimun: Puluhan Tahun Mengajar, DPR Minta Status Segera Diperjelas

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:43 WIB

Karimun Kembali Dapat Bantuan Hewan Kurban Presiden untuk Idul Adha 1447 Hijriah

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Tonggak Bersejarah! Jacket Buatan Karimun Dikirim 5.800 Kilometer ke Papua untuk Proyek CCUS Pertama di Indonesia

Rabu, 6 Mei 2026 - 08:26 WIB

ESDM Tegaskan Terminal BBM Karimun Tetap Normal Meski Terseret Isu Sanksi Uni Eropa

Sabtu, 2 Mei 2026 - 09:51 WIB

Transformasi Layanan! Pelabuhan Tanjung Balai Karimun Terapkan Transaksi Cashless

Rabu, 29 April 2026 - 08:45 WIB

Dituding Masuk Daftar Sanksi Uni Eropa, PT Oil Terminal Karimun Buka Fakta Sebenarnya

Berita Terbaru