Di Atas MV Trinity Surveyor, Gubernur Ansar Resmikan Dimulainya Survey Penyelidikan Tanah Jembatan Batam-Bintan

- Publisher

Selasa, 28 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Kepri Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja menekan tombol sirine di atas kapal MV Trinity Surveyor sebagai tanda dimulainya survey penyelidikan kedalaman tanah Jembatan Batam-Bintan di perairan Tanjung Sauh, Batam, Senin (27/5/2024). Foto: Diskominfo Kepri

Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Kepri Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja menekan tombol sirine di atas kapal MV Trinity Surveyor sebagai tanda dimulainya survey penyelidikan kedalaman tanah Jembatan Batam-Bintan di perairan Tanjung Sauh, Batam, Senin (27/5/2024). Foto: Diskominfo Kepri

INIKEPRI.COM – Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Kepri Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja menekan tombol sirine di atas kapal MV Trinity Surveyor sebagai tanda dimulainya survey penyelidikan kedalaman tanah Jembatan Batam-Bintan di perairan Tanjung Sauh, Batam, Senin (27/5/2024).

Survey penyelidikan kedalaman tanah ini menjadi tahapan penting dalam menyiapkan readiness criteria sebelum dimulainya pembangunan Jembatan Batam-Bintan.

Gubernur Ansar menyebut dimulainya survey penyelidikan kedalaman tanah ini sebagai awal yang menggembirakan untuk mewujudkan mimpi masyarakat Kepri.

“Dimulainya survey penyelidikan kedalaman tanah ini adalah bukti keseriusan pemerintah pusat untuk mendukung pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang menjadi mimpi masyarakat Kepri sejak lama,” kata Gubernur Ansar.

BACA JUGA:  Ansar: Dermaga Apung HDPE untuk Menjawab Tantangan Aksesibilitas Masyarakat

Dirinya mengungkapkan Pemerintah Provinsi Kepri telah menyelesaikan kewajiban daerah dengan membebaskan lahan untuk landing point di sisi pulau Bintan. Begitu pula lahan landing point jembatan Babin di sisi pulau Batam telah diserahkan BP Batam.

“Semua landing point Jembatan Batam-Bintan telah bersertifikat dan kami sudah menyerahkan administrasinya ke Kementerian PUPR,” kata Gubernur Ansar.

Jembatan Batam-Bintan diyakini Gubernur Ansar sebagai mesin penggerak ekonomi Provinsi Kepri karena jembatan ini akan menghubungkan dua pulau besar yang memiliki kantong-kantong ekonomi dan investasi besar di Kepri.

“Yakinlah jika Jembatan Batam-Bintan ini akan menjadi game changer untuk mewujudkan transformasi ekonomi Kepri yang dirancang oleh Bappenas sebagai permata biru ekonomi gerbang utara Indonesia,” kata Gubernur Ansar.

BACA JUGA:  Mirip Jewel Changi Singapura, Begini Penampakan Taman Laluan Madani Nanti

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Kepri Stanley Citoro Haggard Tuapattinaja menjelaskan tujuan survey penyelidikan tanah adalah untuk mengetahui daya dukung tanah pondasi jembatan Batam Bintan sekaligus mengoptimalkan desain struktur Jembatan Batam-Bintan.

“Hasil survey ini nantinya digunakan sebagai readiness criteria untuk engineer menentukan desain struktur yang aman untuk jembatan Batam-Bintan,” kata Stanley.

Stanley mengungkapkan anggaran survey penyelidikan tanah ini menggunakan APBN dengan anggaran sebesar Rp68 miliar. Survey penyelidikan tanah ini akan dilakukan di 17 titik borehole untuk sisi jembatan 1 dari pulau Batam ke Tanjung Sauh. Lalu dari titik Tanjung Sauh ke Pulau Bintan akan dilakukan survey di 2 titik borehole.

BACA JUGA:  DPD Geram Batam Berikan Bantuan ke Aldo Bocah Pengidap Tumor Ganas

Survey penyelidikan tanah ini akan dilakukan PT Offshore Work Indonesia yang telah memiliki banyak pengalaman dalam geoteknik offshore di Indonesia maupun luar negeri. Direktur Utama PT Offshore Work Indonesia Rizal Shah mengatakan kedalaman tanah Jembatan Batam-Bintan yang disurvey akan berkisar antara 27 hingga 40 meter.

“Estimasi pengerjaan survey penyelidikan kedalaman tanah ini dua bulan pengerjaan di lapangan dan empat bulan untuk analisa, sehingga totalnya diperkirakan enam bulan,” kata Rizal Shah.

Penulis : DI

Editor : IZ

Berita Terkait

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s
Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland
Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam
Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola
DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air
Tarif Parkir Berlangganan Batam Dipangkas 50 Persen, Amsakar–Li Claudia Beri Keringanan untuk Warga
Sinergi BP Batam dan Kejari Batam, Rp18,82 Miliar PNBP Sewa Perairan Tersus Berhasil Diselesaikan
Amsakar Achmad Kembali Pimpin MD KAHMI Batam, Terpilih Aklamasi Periode 2026-2031

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 07:59 WIB

Pastikan Kebutuhan Air Warga Tak Terganggu, Data Center Batam Bakal Bangun SWRO hingga 1.000 lt/s

Jumat, 25 September 2026 - 06:03 WIB

Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang, Investasi SDM Untuk Masa Depan Anak Hinterland

Kamis, 24 September 2026 - 06:30 WIB

Aliran Air Kembali Lancar, Warga GMP Tahap 2 Sampaikan Apresiasi kepada BP Batam

Rabu, 23 September 2026 - 08:18 WIB

Amsakar Luncurkan Tim Cakalang, Urus Administrasi BBM Nelayan Kini Jemput Bola

Selasa, 22 September 2026 - 07:00 WIB

DAM Nongsa Alami Penurunan TMA, BP Batam Siapkan Langkah Antisipasi Jaga Pasokan Air

Berita Terbaru