Peringatan Hari AIDS Sedunia di Tanjungpinang Ajak Masyarakat Dukung Target Akhiri HIV 2030

- Publisher

Minggu, 1 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Tanjungpinang, Tamrin Dahlan, membuka rangkaian kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia, di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (30/11/2024). Foto: Diskominfo Tanjungpinang

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Tanjungpinang, Tamrin Dahlan, membuka rangkaian kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia, di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (30/11/2024). Foto: Diskominfo Tanjungpinang

INIKEPRI.COM – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Kota Tanjungpinang, Tamrin Dahlan, membuka rangkaian kegiatan Peringatan Hari AIDS Sedunia, di Gedung Kesenian Aisyah Sulaiman, Tanjungpinang, Kepri, Sabtu (30/11/2024).

Acara bertema “Hak Setara untuk Semua Bersama Kita Bisa” ini, diisi dengan berbagai kegiatan menarik seperti tarian zapin, talkshow, dan pencabutan doorprize.

Dalam sambutannya, Tamrin Dahlan menyampaikan pentingnya menempatkan hak-hak Orang dengan HIV (OdHiv) sebagai pusat dari seluruh upaya penanggulangan HIV.

“Tema ini mengajak kita untuk memastikan bahwa hak-hak OdHiv menjadi prioritas dalam langkah pencegahan dan pengendalian HIV,” ujar Tamrin.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengikuti slogan global Hari AIDS Sedunia 2024, “Take the Right Path”.

BACA JUGA:  Sakut! Driver Ojol Sukarela Bersihkan Api Bekas Demo Tolak Omnibus Law

“Setiap individu berhak hidup sehat dan bermartabat, bebas dari stigma, diskriminasi, serta hambatan dalam mengakses layanan kesehatan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang, Rustam, menegaskan bahwa HIV/AIDS masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat.

Ia menyebutkan, pada 2023, terdapat 130 kasus HIV dari 14.678 orang yang diskrining, dengan 60 kasus AIDS dan 13 kematian. Sementara hingga Oktober 2024, jumlah tersebut menurun menjadi 98 kasus HIV dari 12.426 orang yang diskrining, 21 kasus AIDS, dan 18 kematian.

Tingginya kasus ini, kata Rustam, dipengaruhi oleh faktor perilaku masyarakat dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu, peningkatan program pelayanan kesehatan, baik di Puskesmas maupun rumah sakit, sangat diperlukan untuk menekan angka penularan.

BACA JUGA:  MTsN Tanjungpinang Serahkan Donasi Kemanusiaan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera

“Untuk mencapai target ending AIDS 2030, pemerintah berkomitmen untuk mengurangi penularan baru dan menurunkan angka kematian akibat HIV di Tanjungpinang,” ujarnya.

Rustam juga menginformasikan perkembangan positif dalam metode pencegahan HIV. Jika sebelumnya pencegahan berfokus pada perubahan perilaku dan penggunaan kondom, kini telah tersedia pengobatan pra-pajanan yang ditujukan untuk populasi kunci.

“Alternatif pencegahan kini semakin beragam. Namun, kami sangat memerlukan dukungan dari masyarakat dan berbagai lembaga untuk mengampanyekan perilaku hidup positif guna mencegah penularan HIV,” jelas Rustam.

Layanan kesehatan yang inklusif dan bebas diskriminasi merupakan faktor penting dalam penanggulangan HIV. Rustam menegaskan, menjaga kesetaraan dalam pelayanan kesehatan sangat diperlukan agar fasilitas kesehatan dapat menjadi tempat yang aman bagi setiap individu.

BACA JUGA:  Tinjau Pelatihan TKDN, Rahma: Sangat Bermanfaat Bagi IKM di Tanjungpinang

“Fasilitas kesehatan harus menjadi tempat yang aman bagi semua orang. Sayangnya, diskriminasi justru masih terjadi di lingkungan keluarga, dan ini harus menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar terus diberikan edukasi terkait HIV/AIDS untuk menghilangkan stigma dan kesalahpahaman yang ada.

“HIV/AIDS hanya menular melalui cara-cara tertentu, bukan melalui interaksi sosial biasa. Pemahaman yang benar akan membantu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif,” ujarnya.

Rustam berharap, peringatan Hari AIDS Sedunia dapat menjadi momentum untuk mencapai target ending AIDS 2030.

“Semoga peringatan ini semakin memperkuat komitmen kita bersama dalam menanggulangi HIV/AIDS secara menyeluruh,” tutupnya.

Penulis : RP

Editor : IZ

Berita Terkait

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang
Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan
Heboh di Batam, Beras Harumas Dikeluhkan Konsumen: Diduga Turun Mutu, Nasi Lembek hingga Cepat Basi
Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA
Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah
Mulai 10 April, ASN Tanjungpinang WFH Setiap Jumat
Jelang Peresmian PSC 119, Dinkes Tanjungpinang Gelar Donor Darah dan Khitanan Gratis
Puskesmas Tanjungpinang Barat Segera Jalin Kerja Sama dengan BPJS Kesehatan

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:50 WIB

Perayaan 311 Tahun Nguan Thian Sian Tih Senggarang, Simbol Harmoni Budaya di Tanjungpinang

Senin, 13 April 2026 - 06:15 WIB

Temui Mitra Gojek, Lis Darmansyah Dorong Ojol Tanjungpinang Punya Usaha Sampingan

Minggu, 12 April 2026 - 17:30 WIB

Heboh di Batam, Beras Harumas Dikeluhkan Konsumen: Diduga Turun Mutu, Nasi Lembek hingga Cepat Basi

Minggu, 12 April 2026 - 08:52 WIB

Siap Harumkan Nama Sekolah, Tiga Pesilat MTsN Tanjungpinang Tempur di Seleksi POPDA

Sabtu, 11 April 2026 - 07:48 WIB

Museum Tugu Bahasa di Pulau Penyengat Diproyeksi Jadi Magnet Wisata Sejarah

Berita Terbaru